KITAINDONESIASATU.COM – Kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, bakal mendapat fasilitas olahraga tak biasa. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, berencana membangun ring tinju sebagai salah satu upaya menekan aksi tawuran yang selama ini kerap terjadi di kawasan tersebut.
Bukan tanpa alasan. Pramono ingin anak-anak muda Manggarai memiliki tempat untuk menyalurkan energi dan emosi melalui kegiatan olahraga, ketimbang terlibat bentrokan di jalanan.
Rencana tersebut disampaikan Pramono setelah meresmikan fasilitas olahraga berupa ring tinju di kolong flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat (6/11/2026).
Ia menyebut Manggarai membutuhkan penanganan khusus, terlebih kawasan tersebut kini berkembang menjadi salah satu simpul transportasi penting di Ibu Kota.
“Tentunya, Manggarai akan kita tangani secara khusus, dan sekarang ini, kalau diperlukan, saya juga akan membuat tempat atau fasilitas seperti ini (ring tinju) di Manggarai,” ujar Pramono.
Pramono mengungkapkan, penyediaan fasilitas olahraga di Jakarta Timur menunjukkan hasil yang cukup signifikan terhadap penurunan aksi tawuran.
Berdasarkan data yang dipaparkannya, sepanjang 2025 tercatat lebih dari 130 kasus tawuran di Jakarta Timur. Sementara pada Januari hingga Oktober 2026, jumlahnya turun menjadi sekitar 20 kasus setelah sejumlah fasilitas olahraga difungsikan.
Penurunan tersebut menjadi salah satu alasan Pemprov DKI mempertimbangkan pendekatan serupa untuk kawasan lain yang rawan konflik.
Melalui fasilitas olahraga, anak muda diharapkan memiliki ruang berkumpul, berlatih, sekaligus membangun interaksi positif. Ring tinju bukan sekadar tempat bertarung, tetapi juga sarana membentuk disiplin dan sportivitas.
Selain persoalan tawuran, Manggarai kini menjadi perhatian karena perannya sebagai pusat pergerakan transportasi publik.
Kehadiran layanan LRT rute Kelapa Gading-Manggarai semakin memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai titik pertemuan pengguna transportasi umum.
Pramono menilai penataan kawasan perlu dilakukan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.
“Seperti kita ketahui, sekarang Manggarai menjadi hub baru setelah LRT diresmikan. Maka dari itu, penertiban perlu dilakukan agar menjadi kawasan yang aman dan nyaman bagi publik,” tambahnya.
Rencana pembangunan ring tinju ini menjadi bagian dari pendekatan Pemprov DKI dalam menangani persoalan tawuran melalui penyediaan ruang kegiatan positif.
Namun, efektivitasnya tentu tidak hanya bergantung pada keberadaan fasilitas. Pembinaan rutin, keterlibatan komunitas, serta pendampingan anak muda juga menjadi faktor penting agar ring tinju benar-benar menjadi ruang prestasi, bukan sekadar bangunan olahraga baru di tengah kawasan rawan konflik. (*)





