KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Prabowo Subianto mengakui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi berbagai kekurangan dalam proses pengelolaan di lapangan.
Pemerintah bahkan telah menutup lebih dari 3.000 dapur MBG sebagai bagian dari evaluasi dan penertiban pelaksanaan program tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam rapat paripurna di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Pemerintah disebut terus melakukan pengawasan agar pelaksanaan program berjalan sesuai standar dan tidak menimbulkan persoalan di masyarakat.
Prabowo menegaskan seluruh pihak, termasuk pejabat daerah dan anggota DPR, diminta ikut melakukan pengawasan terhadap operasional dapur MBG di berbagai wilayah.
Pemerintah memastikan akan menindak tegas apabila ditemukan pelanggaran atau pengelolaan yang tidak sesuai aturan.
Program MBG Disebut Sudah Jangkau Jutaan Penerima
Meski masih menghadapi sejumlah kendala, pemerintah menyebut program MBG telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Penerima program tersebut meliputi pelajar, balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga kelompok lanjut usia yang membutuhkan bantuan pangan bergizi.
