KITAINDONESIASATU.COM – Setelah berhasil mengungkap identitas korban mutilasi dalam koper merah, Polres Ngawi di backup Jatranas Polda Jatim sedang memburu pelaku mutilasi korban Uswatun Khasanah, Sabtu (25/1/2025).
Seperti kita ketahui korban mutilasi yang tersimpan di dalam poter yang diletakkan di sebuah parit kecil Desa Dadapan, Kendal ini adalah seorang wanita berusia 29 tahun.
Dia adalah Uswatun Khasanah warga Sidorejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar yang bekerja sebagai sales produk kosmetik di Tulungagung sejak 5 tahun lalu.
Korban diketahui seorang janda cerai hidup yang memiliki dua anak laki-laki berusia 10 tahun dan perempuan berusia 7 tahun, yang diasuh kerabatnya di Blitar.
Sementara Uswatun sendiri ngekos di wilayah Kabupaten Tulungagung, berdekatan dengan tempat dia bekerja sebagai sales produk kosmetik di sana.
Polisi berhasil mengidentigikasi menggunakan Mobile Automatic Multi Biometric Identification System (MAMBIS) dan terbukti identifikasi itu mampu memberikan informasi krusial yang dikuatkan dari saksi-saksi yang ada.
Korban Mutilasi dalam Koper Merah Dimakamkan di Blitar, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seadil-adilnya
Dari hasil penyeledikan awal kasua Uswatun ini diduga dilatarbelakangi konflik pribadi, dendam atau motif ekonomi, prose penyelidikan saat ini sedang berlangsung.
Pihak Polisi saat ini sedang mencari tahu dan memburu orang terakhir bersama korban di wilayah Kabupaten Tulungagung.
Kasus mutilasi seperti juga terjadi dinegara lain biasanya dilatar belakangi masalah yang komplek.
Dari berbagai informasi yang diperoleh mengungkapkan beberapa faktor utama mutilasi di Indonesia sering terjadi karena beberapa hal antara lain:
Masalah pribadi dan emosiaonal
Bisa karena penyakit mental atau gangguan psikologis, beberapa pelaku mutilasi mungkin mengalami gangguan psikologis atau mental yang mengarah pada kekerasan ekstrem.
Hal ini bisa dipengaruhi oleh stres, depresi, atau gangguan kepribadian yang tidak terdiagnosis atau tidak tertangani.
Dendam pribadi atau balas dendam, kasus mutilasi bisa juga disebabkan oleh rasa dendam mendalam terhadap korban, misalnya akibat hubungan personal yang buruk, percintaan yang gagal, atau konflik keluarga.
Pesan Terakhir Korban Mutilasi Dalam Koper Merah di Ngawi Membuat Kita Trenyuh
Masalah ekonomi
Beberapa kasus mutilasi terkait motif ekonomi dengan tujuan ekonomi, seperti untuk menguasai harta benda korban atau sebagai bagian dari kejahatan yang lebih besar, seperti perampokan yang berakhir dengan kekerasan ekstrem.
Perdagangan manusia atau prostitusi, dalam beberapa kasus, mutilasi dilakukan terhadap korban yang terlibat dalam jaringan prostitusi atau perdagangan manusia, dengan pelaku berusaha mengontrol atau menghilangkan jejak korban.
Faktor keluarga dan hubungan pribadi, hal ini terjadi dalam konteks kekerasan dalam rumah tangga, di mana pelaku yang mungkin adalah pasangan atau anggota keluarga merasa memiliki kontrol yang ekstrem terhadap korban.
Hal ini bisa melibatkan kekerasan fisik yang berujung pada mutilasi.
Korban Mutilasi Dalam Koper Merah Diketahui Janda Beranak Dua, Berprofesi Sales Kosmetik
Siapa Pelakunya?
Sejumlah pelaku mutilasi adalah individu yang mungkin memiliki gangguan kejiwaan atau psikopat, yang cenderung melakukan tindakan kekerasan ekstrem tanpa rasa penyesalan.
Dalam beberapa kasus, kelompok kriminal atau mafia terlibat dalam mutilasi, terutama dalam konteks kejahatan terorganisir atau transaksi gelap.
Pelaku mutilasi bisa saja orang terdekat korban, misalnya pasangan atau anggota keluarga yang terlibat dalam kekerasan domestik atau masalah pribadi yang tidak terselesaikan.
Perlu dicatat bahwa setiap kasus mutilasi memiliki dinamika yang berbeda, dan penyebabnya bisa sangat beragam.
Namun, faktor-faktor emosional, ekonomi, serta pengaruh sosial dan budaya sering kali berperan penting dalam terjadinya tindak kekerasan ekstrem ini. **
