News

Korban Mutilasi dalam Koper Merah Dimakamkan di Blitar, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seadil-adilnya

×

Korban Mutilasi dalam Koper Merah Dimakamkan di Blitar, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seadil-adilnya

Sebarkan artikel ini
pemakaman uswatun
Suasana rumah duka, foto inset: pemakaman dan profil Uswatun Khasanah. foto: istimewa

KITAINDONESIASATU.COM – Pemakaman potongan jenazah wanita dalam koper merah, Uswatun Khasanah (29) dimakamkan di Desa Sidodari, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jumat (24/1/2025) malam.

Hujan tangis pecah di saat jenazah korban mutilasi itu dimasukkan ke dalam liang lahat yang dihadiri kedua anaknya berusia 7 tahun dan 10 tahun dan seluruh sanak saudara korban.

Kedua anaknya laki-laki dan perempuan itu tak kuasa menahan tangis menyaksikan kepergian ibunya yang terakhir dia jumpai pada Jumat, 17 Januari 2025.

Dalam pemakaman itu juga dihadari ayah kandung korban Nur Khalim dan ayah tiri korban Hendi Suprapto untuk menghantarkan korban upacara pemakaman.

Ayah kandung Uswatun, Nur Khalim mengatakan meminta kepada apara penegak hukum agar mengadili seadil-adilnya pelaku mutilasi yang dilakukan terhadap anaknya itu.

Termasuk para kerabat korban juga berharap agar petugas kepolisian segera menangkap pelaku pembunuhan keji itu yang dilakukan terhadap Uswatun Khasanah.

Menurut ayahnya dimata keluarga Uswatun adalah anak yang baik dan berbakti kepada orang tua dan bertanggungjawab dalam menghidupi kedua anaknya.

Mayat Dalam Koper Merah Adalah Uswatun Khasanah Warga Sidodadi Blitar

Pesan Terakhir Korban Mutilasi Dalam Koper Merah di Ngawi Membuat Kita Trenyuh

Nur Khalim mengatakan semasa hidupnya Uswatun tidak memiliki musuh atau lawan, namun kematiannya yang tragis seperti itu mengejutkan seluruh sanak kerabat dan keluarga besarnya.

Uswatun selalu ingat kepada anak-anak ayah kandung dan kakeknya, jika pulang ke rumah selalu memberikan oleh-oleh makanan kepada keluarga.

Sementara dalam pemakaman itu kondisi jasad korban dimakamkan dalam keadaan tidak utuh, karena masih ada bagian tubuh korban lainnya yang hingga kini belum berhasil ditemukan petugas polisi.

Sementara Polres Ngawi yang mendapat backup tim Jatanras Polda Jatim kini sedang melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku pembunuhan sadis yang dialami Uswatun Khasanah.

Korban Mutilasi Dalam Koper Merah Diketahui Janda Beranak Dua, Berprofesi Sales Kosmetik

Kronologi penemuan jasad Uswatun
Seperti diberitakan sebelumnya, penemuan sebuah koper di selokan dekat pembungan sampah Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, membuat gempar warga, Kamis (23/1/2025).

Koper warna merah itu ditemukan oleh Yusuf Ali (35) warga setempat menemukan sebuah paket besarmerah di selokan sungai kecil yang mencurigakan pada pukul 09:30 WIB.

Awalnya warga mendekati sebuah paket tersebut karena dikira barang berharga, namun setelah diangkat merasa ragu karena berat tidak biasa.

Bungkus besar itu mirip seperti paket barang beruliskan fragile, namun setelah mencoba membuka ternyata paket berisi sebuah koper berwana merah.

Koper terlihat tertutup namun tidak terlalu rapat, sehingga kelihatan selimut yang melapisi isi di dalam koper.

Karena warga curiga kemudian melaporkan penemuan itu kepada ararat desa, beberapa mendatangi lokasi untuk memeriksa.

Kepala Desa Dadapan, Andik Bangga Satria kemudian menghubungi pihak Polsek setempat, namun petugas yang datang tidak berani membuka.

Selanjutnya penemuan ini dilaporkan ke Polres Ngawi, sekitar 30 menit kemudian petugas Polres Ngawi tiba ditempat dan memeriksa isi koper tersebut.

Setelah petugas berhasil membuka koper menemukan isi koper yang mengejutkan, karena di dalam selibut yang membungkus adalah bagian tubuh manusia, diduga seorang perempuan.

Dalam koper itu terlihat pula sepatu warnita dan tubuh mayat tanpa mengenakan busana dengan posisi tengkurap.

Andi menyebut indentitas dan kondisi korban belum dapat dipastikan di lokasi kenadian, namun Andi mengatakan itu bukan warganya, sejauh ini tidak ada warganya yang hilang.

Petugas Polres Ngawi akhirnya membawanya ke Puskesmas untuk memastikan bawa mayat tersebut adalah perempuan, petugas belum memeriksa lebih lanjut.

Sementara dr Ririn Panca Winanti, dokter Puskesmas Kendal mengatakan kalau tadi dipastikan dengan keplisian jenazah seorang wanita, ada sandal wanita, seorang wanita dewasa tanpa busana. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *