”Potongan umbi harus dipastikan memiliki minimal satu mata tunas. Proses pengeringan atau diangin-anginkan selama beberapa hari sangat krusial untuk mengurangi kadar air agar bibit tidak cepat membusuk saat disemai di media sekam bakar,” jelas Benny J Silaban saat memaparkan teknik pembibitan.
Metode penyemaian yang diajarkan tergolong praktis namun saintifik, yakni menggunakan styrofoam box dengan media sekam bakar yang telah diuap. Teknik ini dirancang agar mudah direplikasi oleh para anggota Polri maupun kelompok tani binaan di wilayah masing-masing setelah tunas dan akar muncul.
Selain aspek teknis, pelatihan ini juga membedah manfaat luas dari budidaya Uwi Ungu. Diantaranya adalah menjadi sumber penghasilan tambahan bagi petani, menyediakan pasokan gizi berkualitas bagi masyarakat, serta mengurangi ketergantungan nasional terhadap tanaman pangan utama seperti beras atau terigu.
Sebagai langkah konkret pasca-pelatihan, Biro SDM Polda Jabar telah menyiapkan lahan seluas 2 hektar di Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat.
Rafly Samad memberikan instruksi tegas kepada seluruh peserta untuk menerapkan ilmu yang didapat secara konsisten. Ia berharap proyek di Cikalong Wetan dapat menjadi percontohan (pilot project) yang sukses bagi daerah lain di Jawa Barat.
”Saya menekankan keseriusan seluruh pihak, terutama kelompok tani dan para pembina, untuk benar-benar mengawal penanaman di lahan 2 hektar tersebut. Ini adalah bakti kita untuk negeri dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” pungkas Rafly Samad. (HRH)


