“Kesiapsiagaan itu bukan hanya soal jumlah personel, tapi juga kualitas respons, koordinasi, dan empati. Banser harus siap menjadi perpanjangan tangan negara dalam menjaga ketertiban sekaligus melindungi warga dari ancaman bencana,” tegas Kapolri.
Dalam arahannya, Kapolri juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi—melibatkan TNI, Basarnas, BPBD, Dinas Kesehatan, ulama, tokoh masyarakat, dan relawan—untuk menciptakan sistem pengamanan yang holistik dan responsif.
“Keamanan dan keselamatan masyarakat tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri. Harus ada kolaborasi yang solid,” katanya.
Apel kebangsaan yang dihadiri ribuan anggota Banser dari berbagai daerah di Jawa Barat ini juga menjadi ajang penguatan nilai-nilai kebangsaan, moderasi beragama, dan persatuan dalam keberagaman.
Kapolri mengapresiasi peran Banser selama ini dalam menjaga stabilitas sosial dan mendukung program pemerintah, termasuk dalam penanganan pandemi dan bencana alam.
Menjelang puncak perayaan Nataru, Polri bersama seluruh elemen bangsa terus memperkuat Operasi Lilin 2025 yang mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan humanis.



