“Ini adalah keinginan yang diungkapkan baru-baru ini oleh Uskup-Uskup Indonesia dan saya juga ingin untuk melibatkan seluruh umat Indonesia: berjalanlah bersama untuk kebaikan Gereja dan masyarakat! Jadilah pembangun harapan, pengharapan Injil, yang tidak mengecewakan, melainkan membuka kita menuju sukacita tanpa akhir,” kata Paus Fransiskus.
Paus Fransiskus mengakui memang tidak mudah membangun masyarakat adil, damai dan bersatu. Menurut dia, banyak hambatan yang membuat orang tak mampu menjadi pembawa damai dan persatuan karena merasa tidak mampu atau mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan harapan.
“Namun, dengan kerendahan hati dan iman yang sama seperti (Santo) Petrus, kita juga diminta untuk tidak tetap menjadi tawanan kegagalan kita, dan alih-alih tetap menatap jala kita yang kosong, untuk memandang Yesus dan percaya kepada-Nya. Kita selalu dapat mengambil risiko untuk bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jala lagi, bahkan ketika kita telah melewati malam kegagalan, masa kekecewaan di mana kita tidak menangkap apapun,” pungkas Paus Fransiskus. [Carlos Roy Fajarta]


