News

Perumda Tirta Pakuan Siapkan ‘Senjata Rahasia’ Antisipasi Cuaca Ekstrem di Bogor

×

Perumda Tirta Pakuan Siapkan ‘Senjata Rahasia’ Antisipasi Cuaca Ekstrem di Bogor

Sebarkan artikel ini
Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan, Ardani Yusu, Perumda Tirta Pakuan berkomitmen memastikan pasokan air bersih tetap berjalan lancar, aman, meski dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. (KIS/NICKO)
Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan, Ardani Yusu, Perumda Tirta Pakuan berkomitmen memastikan pasokan air bersih tetap berjalan lancar, aman, meski dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. (KIS/NICKO)

KITAINDONESIASATU.COM- Menghadapi ramalan cuaca ekstrem yang diprediksi oleh BMKG akan melanda wilayah Bogor hingga 26-28 Maret 2025, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor mengambil langkah proaktif untuk menjaga ketersediaan air bersih. 

Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan, Ardani Yusuf, mengungkapkan upaya mitigasi yang telah dilakukan demi memastikan keamanan dalam pasokan air bersih bagi warga.

“Dengan adanya peringatan cuaca ekstrem yang akan datang, kami melakukan mitigasi risiko untuk dapat menjaga produksi air bersih dari sumber-sumber kami,” ujar Ardani saat diwawancarai wartawan pada Senin, 17 Maret 2025.

Menurutnya, penting untuk tidak hanya bereaksi terhadap bencana yang sudah terjadi, namun juga melakukan pencegahan sebelum masalah muncul.

Ardani menjelaskan bahwa langkah-langkah mitigasi yang diambil meliputi pembersihan saluran air dari potensi penyumbatan dan pemantauan kondisi pohon di sekitar area sumber air.

“Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai departemen di dalam Perumda Tirta Pakuan untuk menginventarisir setiap sumber mata air yang ada, agar terjaga dan tidak terganggu akibat adanya cuaca ekstrem,” terangnya.

Perumda Tirta Pakuan mengelola lima mata air utama, yaitu Tangkil, Bantarkambing, Kotabaru, Kabandungan, dan Palasari. Ardani menegaskan pentingnya menjaga kelangsungan operasional intake dan pengolahan air untuk menghindari gangguan pada proses produksi.

“Kami sudah melaksanakan pengurasan sedimentasi di beberapa intake yang berpotensi mengalami masalah seperti kekeruhan air saat curah hujan tinggi atau banjir,” paparnya.

Ia menambahkan, khusus untuk Intake Ciherang Pondok, pihaknya juga melakukan perbaikan pintu air untuk mengantisipasi banjir yang dapat merusak infrastruktur. 

“Langkah-langkah ini diharapkan dapat meminimalisir dampak cuaca ekstrem dan menjaga kualitas air yang kami suplai kepada masyarakat,” pungkas Ardani. (Nicko/Yo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *