KITAINDONESIASATU.COM – Pada 20 September 2024, Israel melancarkan serangan udara di selatan Beirut, yang menewaskan setidaknya 12 orang dan melukai 66 lainnya.
Militer Israel menyatakan bahwa target serangan adalah Ibrahim Aqil, tokoh dewan militer Hizbullah yang dicari Amerika Serikat terkait pengeboman Kedutaan Besar AS di Beirut pada tahun 1983. Namun, Hizbullah belum memberikan konfirmasi mengenai kematiannya.
Sumber keamanan menyebut bahwa serangan tersebut diarahkan ke wilayah dekat fasilitas utama Hizbullah. Serangan ini terjadi di tengah gelombang kekerasan di Lebanon yang dipicu oleh operasi dua tahap yang diduga dilakukan oleh Israel, menyebabkan ribuan pager dan walkie-talkie yang dibawa oleh anggota Hizbullah meledak bersamaan, mengakibatkan lebih dari 3.000 orang terluka dan 42 orang tewas.
Ini merupakan serangan udara ketiga di Beirut sejak pertempuran antara Israel dan Hizbullah dimulai pada Oktober tahun lalu, yang dipicu oleh Hizbullah dalam aksi solidaritas atas serangan Hamas terhadap Israel.
Pada Kamis malam, Israel melancarkan serangan udara intensif di Lebanon selatan, menghantam desa-desa perbatasan.
Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, menyatakan bahwa serangan ini menandai fase baru dari konflik dengan Hizbullah.
Sebagai balasan, Hizbullah meluncurkan lebih dari 100 roket ke wilayah utara Israel, menyerang pangkalan militer di Dataran Tinggi Golan.
Serangan ini telah memberikan tekanan besar pada sektor kesehatan Lebanon.
Ribuan orang harus dirawat dalam waktu singkat, banyak yang mengalami cedera parah, termasuk kehilangan tangan dan mata akibat ledakan pager dan walkie-talkie.
Para pejabat kesehatan, termasuk Menteri Kesehatan Lebanon Firass Abiad, memuji ketahanan sektor kesehatan negara itu meskipun krisis ekonomi telah melanda Lebanon selama lima tahun.
Di tengah situasi yang semakin memburuk, Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, mendesak warga Inggris di Lebanon untuk segera meninggalkan negara tersebut karena permusuhan dengan Israel yang berpotensi meningkat lebih lanjut.- ***
Sumber: The Guardian


