“Pelaksanaan proyek harus sesuai kewenangan masing-masing. Dalam kegiatan fisik, ada konsultan perencana, pengawas, K3, hingga perlindungan keselamatan kerja. Semua itu kami jalankan agar produk yang dihasilkan representatif dan bermanfaat,” katanya.
Lebih lanjut, Hanafi menjelaskan bahwa komitmen perlindungan ketenagakerjaan tak hanya diberikan kepada pekerja jasa konstruksi, tapi juga meluas hingga ke sektor informal, termasuk Ketua RT/RW dan guru ngaji.
“Masa sekarang guru ngaji kami jaminkan, sementara pekerja yang jelas-jelas berisiko tinggi tidak. Jadi kegiatan ini mengingatkan semua pihak agar saling melaksanakan kewajibannya. Pemerintah mengawasi, dunia usaha juga mengawasi, agar hasil pekerjaan sesuai dokumen kontrak dan bermanfaat,” tegasnya.
Hanafi juga menyampaikan bahwa Wali Kota Bogor telah menerbitkan surat edaran untuk terus mengingatkan penyedia jasa agar menjalankan kewajiban mereka, termasuk merekrut tenaga kerja yang layak dan, jika memungkinkan, dari warga Kota Bogor.
“Terima kasih kepada teman-teman media yang terus mengontrol kami. Setiap saat kami butuh kontrol dari pihak eksternal, baik dari media maupun masyarakat,” ujar Hanafi.
Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) pada Setda Kota Bogor, Lia Kania Dewi, menambahkan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan konstruksi, baik dari Kota Bogor maupun luar daerah, wajib terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan.
“Fokusnya memang di sektor konstruksi yang memiliki risiko tinggi. Perlindungan ini tak hanya untuk kontraktor, tapi juga jasa konsultan pelaksana dan pengawas, karena mereka juga berada di lapangan dan memiliki risiko,” jelas Lia.
Ia mengungkapkan bahwa Wali Kota Bogor telah menandatangani surat edaran tentang perlindungan tenaga kerja jasa konstruksi pada 8 Juli 2025. Surat tersebut menjadi bentuk komitmen bersama antara Pemkot Bogor, pengusaha, PPK, dan BPJS Ketenagakerjaan.
“Bahkan misalnya sampai putus jari pun itu harus kami lindungi. Kami berkolaborasi untuk melindungi seluruh pekerja jasa konstruksi di Kota Bogor,” tambah Lia.


