KITAINDONESIASATU.COM – Lonjakan minat pendakian ke Gunung Rinjani terjadi menjelang libur panjang awal April 2026.
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mencatat kuota awal pendakian telah habis dipesan oleh ribuan calon pendaki bahkan sebelum jalur resmi dibuka kembali.
Sekitar 3.000 orang tercatat telah melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi E-Rinjani. Tingginya animo ini membuat kuota pada pekan pertama pembukaan jalur langsung terpenuhi.
Jalur pendakian sendiri dijadwalkan kembali dibuka mulai 1 April 2026 setelah sebelumnya ditutup selama tiga bulan untuk pemulihan ekosistem dan mengantisipasi cuaca ekstrem.
Lonjakan tersebut dipicu oleh antusiasme wisatawan yang ingin kembali menikmati pendakian setelah masa penutupan.
Terlebih, periode awal pembukaan bertepatan dengan libur panjang pada 3 hingga 5 April, sehingga permintaan meningkat tajam, termasuk kuota jalur utara yang telah terisi penuh.
Untuk meningkatkan keamanan, pengelola kawasan memperkenalkan program inovasi Rinjani 7.0 yang mengedepankan sistem keselamatan berbasis teknologi.
Program ini mencakup penggunaan alat pelacak bagi pendaki, sistem komunikasi terpadu di seluruh kawasan, hingga pusat komando untuk pemantauan aktivitas.
Sepanjang 2025, kawasan Gunung Rinjani mencatat penerimaan negara bukan pajak mencapai Rp25,92 miliar dengan total perputaran ekonomi sebesar Rp182,05 miliar.
Jumlah pendaki mencapai lebih dari 80 ribu orang, didominasi wisatawan mancanegara dan domestik.
Balai TNGR mengingatkan seluruh wisatawan agar mematuhi prosedur pendakian, melakukan pemesanan resmi, serta menjaga kelestarian alam selama berada di kawasan taman nasional.(*)

