KITAINDONESIASATU.COM – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akhirnya angkat bicara terkait penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam kasus dugaan fitnah serta pencemaran nama baik terkait polemik keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Minggu (21/6), Gibran meminta semua pihak menghormati dan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan. Namun, ia juga menyoroti kondisi kesehatan kedua tersangka yang saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
“Ikuti saja proses yang ada. Yang paling penting, kita doakan yang terbaik untuk Bapak Roy Suryo dan Dokter Tifa, karena saya mendengar keduanya sedang dirawat di RS Polri,” ujar Gibran kepada wartawan.
Putra sulung Presiden Jokowi itu juga menyampaikan harapan agar Roy Suryo dan Dokter Tifa segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
“Semoga segera sembuh. Semoga segera pulih,” tambahnya.
Sebelumnya, Roy Suryo dan Dokter Tifa menjalani pemeriksaan kesehatan usai ditahan terkait kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik. Hasil pemeriksaan medis membuat keduanya harus menjalani perawatan inap di RS Polri untuk mendapatkan pemantauan lebih lanjut.
Kuasa hukum mereka, Refly Harun, menjelaskan bahwa kondisi kesehatan Roy dan Dokter Tifa secara umum cukup baik. Namun, tim dokter menemukan sejumlah penyakit bawaan yang memerlukan observasi dan penanganan medis secara intensif.
Menurut Refly, dokter menilai kondisi keduanya belum memungkinkan untuk langsung menjalani aktivitas normal tanpa pengawasan kesehatan. Karena itu, rawat inap menjadi rekomendasi medis yang harus dijalani guna memastikan kondisi tetap stabil.
Ia juga mengungkapkan bahwa Roy Suryo awalnya tidak berencana menjalani perawatan di rumah sakit. Namun setelah berdiskusi dengan keluarga dan tim kuasa hukum, ia akhirnya menerima saran dari tim dokter.
Terkait berapa lama masa perawatan akan berlangsung, Refly menegaskan belum ada kepastian. Seluruh keputusan akan bergantung pada perkembangan kondisi kesehatan dan evaluasi tim medis yang menangani keduanya.
“Berapa lama dirawat, kami belum tahu. Semua tergantung perkembangan kondisi dan keputusan dokter,” kata Refly. (*)

