KITAINDONESIASATU.COM – Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurieke mendorong Pemerintah Provinsi DPRD DKI Jakarta untuk segera mengevaluasi Peraturan Gubernur (Pergub) 90 Tahun 2017 tentang Peningkatan Kualitas Permukiman dalam Rangka Penataan Kawasan Permukiman Terpadu. Evaluasi dilakukan agar relevan dengan penukiman warga Jakarta saat ini.
“Komisi D mendorong evaluasi Pergub 90/2028,” ujar Yuke di gedung DPRD, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (23/10).
Yuke sebut masih banyak wilayah yang kumuh dan harus dilakukan penataan. “Kenyataannya ada beberapa wilayah yang belum mumpuni dan kita anggap masih butuh penataan,” kata dia.
Menurutnya, wilayah yang masih membutuhkan penataan yaitu meliputi pemukiman padat penduduk dan sering terkenan banjir. Oleh karena itu dia kategori tersebut masuk dalam wilayah kumuh dan perlu ditata.
“Kita turun ke lapangan dan masih banyak yang kita anggap lingkungan yang membutuhkan penataan ekstra,” terang politisi PDI Perjuangan itu.
Sementara, Anggota komisi D lainnya, Abdurrahman Suhaimi meminta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman untuk menentukan target dalam menuntaskan kawasan kumuh di Jakarta.
“Jangan sampai tahun depan timbul lagi RW kumuh baru. Kalau bisa diprioritaskan pengerjaannya tahun ini berapa, tahun depan berapa dan tentukan anggarannya,” kata Suahimi.
Disisi lain, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kelik Indriyanto menjelaskan, saat ini masih tersisa 222 RW Kumuh dari 445 RW Kumuh yang masuk dalam program penataan sesuai Pergub 90 Tahun 2018.
Sejak tahun 2018, pihaknya sudah mengkaji penataan wilayah kumuh dengan Community Action Plan (CAP).
Kelik menargetkan, 222 wilayah kumuh bisa dituntaskan dalam waktu dua tahun. Prioritas pada tahun 2025 sebanyak 55 RW, dan sisanya di tahun 2026.
Adapun 55 RW yang akan diprioritaskan yakni, 10 RW di Jakarta Pusat, 3 RW di Jakarta Utara, 17 RW di Jakarta Barat, 12 RW di Jakarta Selatan, 13 RW di Jakarta Timur.
“Kita sudah mulai dari 2018 sampai sekarang. Sudah kita petakan di mana saja RW kumuh itu. Kita harapkan tahun 2026 tercapi target kita, yaitu adalah 222 RW kumuh,” pungkasnya. (Aldi)


