KITAINDONESIASATU.COM – Sejumlah pemudik yang melintasi jalur Pantura memanfaatkan perjalanan menuju kampung halaman dengan singgah di Pasar Grosir Batik Setono, Pekalongan, Jawa Tengah.
Pasar batik terbesar di wilayah tersebut kembali menjadi lokasi belanja oleh-oleh menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Pemudik dari berbagai daerah, seperti Tangerang, Bekasi, Jakarta, hingga Kendal, memilih membeli kain dan pakaian batik sebagai buah tangan bagi keluarga.
Kota Pekalongan sebagai sentra batik nasional menjadi magnet tersendiri bagi pelintas jalur Pantura.
Produk yang paling banyak diburu pemudik adalah pakaian santai seperti daster, kaos, dan celana batik dengan harga terjangkau.
Para pedagang setempat menyebutkan permintaan terhadap produk tersebut meningkat signifikan selama masa mudik.
Kunjungan di Pekalongan Meningkat saat Arus Balik
Pedagang di Pasar Setono memprediksi peningkatan jumlah pembeli akan terjadi setelah Lebaran, bertepatan dengan arus balik.
Pada periode itu, omzet pedagang dapat mencapai sekitar Rp5 juta per hari karena ramainya wisatawan dan pemudik.
Meski kunjungan mulai meningkat pada masa mudik, kondisi pasar masih tergolong belum terlalu padat.
Sebagai salah satu tujuan belanja favorit pemudik, Pasar Grosir Batik Setono terus menjadi bagian dari tradisi perjalanan Lebaran.
Batik dipilih karena nilai budaya yang kuat sekaligus fleksibilitasnya untuk digunakan dalam berbagai kesempatan.(*)


