KITAINDONESIASATU.COM-Sekitar 160 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan sekitar Pasar Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) akan direlokasi. Kebujakan ini dilakukan karena aktivitas para PKL dianggap menyebabkan penyempitan jalan dan mengganggu lalu lintas.
Pilar Saha Ichsan Wakil Walikota Tangsel mengatakan bahwa para pedagang akan dipindahkan ke dalam area pasar, tepatnya ke kios-kios yang memang telah disiapkan oleh pemerintah. “Prinsipnya, seluruh pedagang yang selama ini berjualan di pinggir jalan akan kita dorong jualan di dalam pasar,” ujarnya, kemarin.
Sesuai data sementara yang dimiliki Pemkot Tangsel, jumlah pedagang yang jualan di bahu jalan sekitar Pasar Serpong mencapai 160 PKL. Sedangkan ketersediaan kios saat ini dikisaran angka 127 unit, 120 kios dianytaranya siap pakai.
Pilar menegaskan, dengan sistem pengaturan bergilir atau shift, jumlah kios yang tersedia tetap bisa mengakomodir seluruh pedagang. “Kalau kita atur shift, 160 pedagang bisa jualan bergantian. Ketersediaan lapak aman,” ujarnya.
Pemkot menargetkan proses relokasi dan penertiban dimulai bulan September mendatang. Saat ini, pemerintah tengah menggencarkan sosialisasi kepada para pedagang dan masyarakat sekitar guna memastikan proses berjalan kondusif. “Kami sedang melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada para pedagang. Penataan kawasan ini kami targetkan berjalan bulan depan,” ujar Pilar.
Langkah ini diharapkan tidak hanya membuat Pasar Serpong menjadi lebih tertib dan nyaman, tetapi juga mendorong peningkatan ekonomi bagi para pedagang melalui fasilitas kios yang lebih layak dan strategis.


