News

Pemkot Bogor Luncurkan Program Mahasiswa Mengajar 2026/2027, Ada Apa?

×

Pemkot Bogor Luncurkan Program Mahasiswa Mengajar 2026/2027, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini
Program Mahasiswa Mengajar
Pemkot Bogor meluncurkan Program Mahasiswa Mengajar 2026/2027 untuk membantu mengatasi kekurangan guru sekaligus memberi pengalaman mengajar bagi mahasiswa.

KITAINDONESIASATU.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meluncurkan Program Mahasiswa Mengajar Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai salah satu upaya untuk merespons kekurangan guru di sekolah negeri.

Program Mahasiswa Mengajar tersebut diluncurkan langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melalui kegiatan launching dan pembekalan yang digelar di Graha Pakuan Siliwangi, Kampus Universitas Pakuan.

Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemkot Bogor, Universitas Pakuan, dan Universitas Ibn Khaldun Bogor.

Program Mahasiswa Mengajar Jadi Solusi Kekurangan Guru

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, Program Mahasiswa Mengajar menjadi salah satu solusi cepat yang dilakukan Pemkot Bogor untuk membantu mengatasi kekurangan guru di sekolah negeri.

Menurut Dedie, program tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Kota Bogor dengan perguruan tinggi yang berada di Kota Bogor.

“Ya, program ini adalah salah satu solusi cepat dari Pemerintah Kota Bogor bekerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di Kota Bogor, khususnya Universitas Pakuan dan Universitas Ibn Khaldun, dalam menyikapi atau merespon terjadinya kekurangan guru mengajar,” ungkap Dedie Rachim, Selasa 21 Juli 2026.

Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan dapat membantu proses pembelajaran di sekolah sekaligus mendapatkan pengalaman mengajar secara langsung.

Rekrutmen Guru Sekolah Negeri Diatur Pemerintah Pusat

Dedie Rachim menjelaskan, rekrutmen guru untuk mengajar di sekolah negeri memiliki mekanisme yang diatur dan diselenggarakan oleh pemerintah pusat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Karena proses rekrutmen guru sekolah negeri memiliki mekanisme tersendiri, Program Mahasiswa Mengajar menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membantu merespons kebutuhan tenaga pengajar dalam waktu yang lebih cepat.

Selain membantu sekolah, program tersebut juga diharapkan dapat menjadi katalisator transformasi metode pembelajaran dan memperluas wawasan di jenjang pendidikan dasar hingga menengah.

Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam program ini menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman praktik mengajar sekaligus berinteraksi langsung dengan siswa di sekolah.

Mahasiswa Dapat Pengalaman Praktik Mengajar Langsung

Dedie Rachim mengatakan, mahasiswa peserta Program Mahasiswa Mengajar akan memperoleh pengalaman langsung dalam menghadapi siswa, menguasai mata pelajaran, hingga mempersiapkan proses pembelajaran.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pedagogis mahasiswa serta memberikan gambaran nyata mengenai dunia pendidikan di lapangan.

“Jadi para mahasiswa ini dapat menimba ilmu langsung, karena jika biasanya ada di ranah teori, sekarang langsung praktik. Ya praktik bagaimana menghadapi siswa, bagaimana menghadapi mata pelajaran dan mempersiapkan. Saya pikir ini sesuatu hal yang sangat baik dan tentu dampaknya adalah anak-anak kita juga semakin menerima masukan yang lebih variatif,” ujarnya.

Dengan adanya keterlibatan mahasiswa, siswa diharapkan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih beragam melalui pendekatan pembelajaran yang inovatif dan kreatif.

Kota Bogor Masih Kekurangan Sekitar 650 Guru

Kota Bogor saat ini masih menghadapi persoalan kekurangan guru di sekolah negeri. Jumlah kebutuhan guru yang masih diperlukan diperkirakan mencapai sekitar 650 orang.

Sebanyak 135 mahasiswa yang mengikuti Program Mahasiswa Mengajar akan turut membantu mengisi sebagian kebutuhan tersebut.

Meski demikian, jumlah mahasiswa yang terlibat dalam program ini belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan guru yang masih diperlukan di Kota Bogor.

Para mahasiswa peserta program berasal dari berbagai program studi yang relevan dengan bidang pendidikan, di antaranya Pendidikan Sekolah Dasar, Pendidikan Sekolah Menengah, Ilmu Pengetahuan Alam, Matematika, Bahasa, dan sejumlah bidang lainnya.

Sebelum mulai mengajar di sekolah, para mahasiswa akan mendapatkan pelatihan selama tiga hari sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program.

Perguruan Tinggi Dukung Program Mahasiswa Mengajar

Peluncuran Program Mahasiswa Mengajar Tahun Ajaran 2026/2027 mendapat sambutan positif dari perguruan tinggi yang terlibat dalam kolaborasi bersama Pemkot Bogor.

Dukungan perguruan tinggi dinilai penting untuk memastikan mahasiswa memiliki kesiapan dan kemampuan yang memadai sebelum terjun langsung ke sekolah.

Universitas Pakuan Dorong Penyebarluasan Ilmu Pengetahuan

Rektor Universitas Pakuan, Prof. Didik Notosudjono, mengatakan pihaknya akan mendukung penuh program tersebut.

Menurutnya, Universitas Pakuan berkomitmen untuk mendorong agar ilmu pengetahuan dapat terus disebarluaskan ke sekolah-sekolah dengan pendekatan yang lebih baik, inovatif, dan kreatif.

Kolaborasi melalui Program Mahasiswa Mengajar diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.

Universitas Ibn Khaldun Bogor Siapkan Pengalaman Mengajar Lebih Panjang

Wakil Rektor Universitas Ibn Khaldun Bogor, Maemunah Sa’diyah, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Pemkot Bogor sejalan dengan program pendidikan yang dijalankan di kampus.

Menurutnya, kolaborasi tersebut memungkinkan manfaat Program Mahasiswa Mengajar dirasakan secara lebih luas dengan waktu pelaksanaan yang cukup panjang.

Ia berharap mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas mengajar, tetapi juga terus mengasah kemampuan dan kapasitas diri agar dapat terjun secara langsung di dunia pendidikan pada masa mendatang.

“Karena biasanya program kami itu tiga sampai empat bulan, ini lima sampai enam bulan, sehingga mudah-mudahan mahasiswa lebih memiliki pengalaman langsung ya dengan guru-guru senior di lapangan dan bisa meningkatkan kemampuan dan kapasitas serta kredibilitas yang dimiliki,” ujarnya.

Program Mahasiswa Mengajar Diharapkan Beri Manfaat bagi Sekolah dan Mahasiswa

Program Mahasiswa Mengajar Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam merespons kebutuhan pendidikan di Kota Bogor.

Dengan melibatkan 135 mahasiswa, program ini diharapkan dapat membantu proses pembelajaran di sekolah sekaligus memberikan pengalaman praktik mengajar bagi mahasiswa.

Di sisi lain, program tersebut juga menjadi ruang bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyebarluasan ilmu pengetahuan yang inovatif dan kreatif.

Pemkot Bogor bersama perguruan tinggi diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi tersebut sehingga manfaat Program Mahasiswa Mengajar dapat dirasakan oleh sekolah, siswa, mahasiswa, dan masyarakat secara lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *