News

Pemkab Bogor Pastikan Hewan Qurban Aman dan Sehat, 224 Petugas Dikerahkan Jelang Idul Adha

×

Pemkab Bogor Pastikan Hewan Qurban Aman dan Sehat, 224 Petugas Dikerahkan Jelang Idul Adha

Sebarkan artikel ini
hewan kurban
Tim Pengamanan Hewan Qurban untuk mengawasi kondisi hewan secara menyeluruh mulai dari tempat penjualan hingga proses pemotongan. (KIS/IST)

– UPT Puskeswan Wilayah 5 Pamijahan

– UPT Puskeswan Wilayah 6 Jasinga

“Melalui keberadaan posko dan UPT Puskeswan ini, diharapkan pengawasan terhadap kondisi kesehatan hewan qurban dapat lebih optimal, sehingga hewan yang dipotong benar-benar terbebas dari penyakit,” tegas Nurhayati.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyediakan fasilitas pemotongan hewan qurban di Rumah Pemotongan Hewan Ruminansia (RPHR) milik pemerintah, yaitu RPHR Cibinong, RPHR Jonggol, dan RPHR Galuga, guna menjamin kelayakan proses penyembelihan.

Pemeriksaan kesehatan hewan akan dilaksanakan pada lokasi penggemukan, pasar hewan musiman, serta lapak-lapak penjual di pinggir jalan, mulai H-30 hingga H-1 (6 Mei–5 Juni 2025). Sementara itu, pemeriksaan terhadap hewan dan daging qurban di lokasi pemotongan akan dilakukan dari H-1 hingga H+3 (5–9 Juni 2025).

Sebanyak 224 petugas disiapkan untuk mendukung pelaksanaan pengawasan ini, terdiri dari 78 petugas medik dan paramedik Diskanak, 100 mahasiswa SKHB IPB University, 3 petugas dari Pemprov Jawa Barat, 5 petugas dari Ditjen PKH Kementan, 10 anggota PDHI Jabar II, 28 Penyuluh Peternakan Swadaya

Diskanak juga menggencarkan sosialisasi tata laksana penjualan dan pemotongan hewan qurban melalui Surat Edaran, media cetak, media elektronik (Radio Tegar Beriman FM), serta workshop kader penanganan hewan qurban untuk DKM dan panitia qurban tingkat lokal.

Nurhayati mengimbau masyarakat untuk hanya membeli hewan qurban di lapak yang telah diperiksa dan diberi stiker pemeriksaan kesehatan, serta disertai Surat Keterangan Kesehatan Hewan Qurban (SKKHQ).

“Kami himbau kepada masyarakat untuk membeli hewan qurban di lapak yang telah diperiksa oleh petugas Diskanak dan ditandai dengan stiker pemeriksaan kesehatan. Hewan yang layak qurban akan disertai SKKHQ,” jelasnya.

Nurhayati juga memberikan edukasi mengenai ciri-ciri hewan qurban yang sehat, antara lain mata cerah, aktif dan lincah, nafsu makan baik, berdiri tegak, tidak diare, serta cuping hidung basah.

“Sehingga masyarakat dapat membeli hewan qurban di tempat yang telah diperiksa kesehatannya oleh petugas, serta memperhatikan ciri-ciri fisik hewan yang sehat,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *