1 Lansia Di antara 5 Penduduk
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) berjudul ‘Statistik Penduduk Lanjut Usia 2024’, jumlah lansia di Indonesia diperkirakan akan mencapai 65,82 juta orang atau sekitar 20,31 persen dari keseluruhan populasi pada tahun 2045 atau dikenal dengan Indonesia Emas. Pada saat itu, akan ada satu lansia di antara lima warga di Indonesia.
Dalam sepuluh tahun terakhir (2015 hingga 2024), persentase lansia telah meningkat hampir 4 persen. Perubahan pada struktur demografi ini mulai terlihat pada tahun 2021. Saat itu, persentase penduduk lansia di Indonesia sudah berada di kisaran 10 persen. Di antara tahun 2023-2024, persentase lansia naik menjadi 12 persen.
Dari 38 provinsi yang ada di Indonesia pada tahun 2024, 21 provinsi di antaranya termasuk dalam kategori populasi tua karena persentase lansia di setiap provinsinya telah melampaui 10 persen.
Rasio lansia tertinggi di tanah air adalah DI Yogyakarta dengan angka 16,28 persen, diikuti oleh Jawa Timur sebesar 16,02 persen, dan Jawa Tengah 15,46 persen. Di sisi lain, rasio lansia terendah berada di Papua Tengah dengan angka hanya 4 persen.
SIDAYA Ciptakan Lansia Tangguh
Dalam kesempatan tersebut, Kemendukbangga/BKKBN meluncurkan program Lanjut Usia Berdaya (SIDAYA), yang merupakan salah satu dari lima prioritas utama Menteri Wihaji. Program ini ditujukan untuk membentuk lansia yang sehat, tangguh, produktif, merasa aman, serta mampu berperan aktif dalam berbagai kegiatan sesuai dengan minat dan kemampuannya.
Lima layanan utama yang ada dalam program SIDAYA meliputi Kartu Sidaya, pemeriksaan kesehatan rutin, pelatihan dan pendampingan Perawatan Jangka Panjang (PJP) Berbasis Keluarga, Sekolah Lansia di Bina Keluarga Lansia, dan program Lansia Entrepreneur.
Menteri Wihaji juga memberitahukan bahwa dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) yang akan datang, Kemendukbangga/BKKBN akan meluncurkan Kartu Lansia Sehat, yang menawarkan berbagai keuntungan seperti pelayanan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya, potongan harga untuk tiket kereta api, serta diskon untuk wisata khusus lansia.
“Para lansia berusia 60 hingga 65 tahun yang masih aktif baik secara fisik maupun mental akan mendapatkan program kewirausahaan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan hidup mereka,” ungkap Menteri.






