KITAINDONESIASATU.COM – Para ahli meragukan teori awal yang menyatakan bahwa tabrakan burung menjadi penyebab kecelakaan pesawat Jeju Air 7C2216 di Korea Selatan yang menewaskan 179 orang.
Pesawat Boeing 737-800 semula dilaporkan jatuh setelah bertabrakan dengan sekawanan burung pada hari Minggu, berdasarkan serangkaian pesan teks yang beredar di internet.
Setelah mendarat, pesawat itu keluar dari landasan pacu dan tergelincir ke area rumput sebelum menabrak dinding, meledak, dan terbakar.
Para ahli mulai mempertanyakan mengapa mobil pemadam kebakaran tidak segera tiba di lokasi dan mengapa pesawat mendarat jauh di luar landasan pacu tanpa menunjukkan tanda-tanda pelambatan.
Pejabat Korea Selatan sedang menyelidiki apakah tabrakan burung memang menjadi penyebab utama, meskipun rekaman menunjukkan adanya burung yang menabrak mesin setelah pesawat mengirimkan sinyal mayday.
Para pakar keselamatan penerbangan dari Airline News menyatakan bahwa tabrakan burung sangat jarang menyebabkan kegagalan pada roda pendaratan.
Mereka juga menyoroti misteri mengenai kegagalan pesawat untuk melambat setelah mendarat.
Geoffrey Dell, seorang pakar keselamatan penerbangan Australia, mengatakan bahwa dia belum pernah mendengar kasus tabrakan burung yang menghalangi roda pendaratan.
Tabrakan burung memang menjadi perhatian utama di dunia penerbangan, dengan lebih dari $900 juta kerugian tahunan di AS akibat kecelakaan terkait satwa liar, dan lebih dari 250 kematian sejak 1988.
Meskipun tabrakan burung sering terjadi, sebagian besar kasusnya tidak berakibat fatal.
Tabrakan burung lebih berbahaya pada saat lepas landas dan mendarat, saat pesawat berada pada ketinggian rendah dan lebih rentan.
Untuk mengurangi risiko, bandara menggunakan berbagai metode, seperti menyesuaikan jadwal penerbangan, mengelola habitat terdekat, dan menggunakan metode pengusiran burung yang tidak mematikan.
Selain itu, radar juga digunakan untuk mendeteksi aktivitas burung dan memberikan informasi kepada pilot untuk menghindari bahaya.
Insiden ini mengingatkan pada tragedi “Miracle on the Hudson” pada tahun 2009, yang disebabkan oleh tabrakan dengan angsa Kanada, di mana pilot Chesley Sullenberger berhasil mendaratkan pesawat dengan selamat di Sungai Hudson, New York.- ***
Sumber: The Telegraph


