KITAINDONESIASATU.COM – Jika Anda tidak bisa berenang sebaiknya hindari bermain di kali besar atau bengawan yang memiliki aliran air cukup dalam, pasti akan berisiko.
Seperti yang dialami seorang remaja asal Sragen, Jawa Tengah, Rizaldi Haniva Arindo (19) warga Desa Barangamen, Sambungmacan, Kabupaten Sragen ini, Sabtu (16/11/2024).
Rizaldi ditemukan tim sekitar pukul 10:00 WIB dalam keadaaan sudah tidak bernyawa lagi setelah ditemukan mengapung di Sungai Bengawan Solo, Desa Srewedari, Kecamatan Karangannyar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Menurut informasi yang diperoleh mengungkapkan Rizaldi bersama lima temannya, juga sepupunya berkunjung ke rumah pamannya, Pendik (48) warga Desa Sriwedari, Ngawi.
Kebetulan rumah pamannya memang berdekatan dengan Sungai Bengawan Solo yang berjarak hanya sekitar 100 meter saja.
Bersama sepupu dan teman-temannya yang berjumlah 5 orang mereka memutuskan pergi dan bermain di Sungai Bengawan Solo yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah pamannya.
Mereka pun berangkat menuju ke arah Sungai Bengawan Solo yang tidak terlalu jauh dari rumah pamannya.
Namun nahas ketika para remaja itu bermain di Sungai Bengawan Solo, salah satu rombongan anak-anak muda ini tiba-tiba tenggelam saat bermain di sungai itu.
Salah satu beberapa di antara anak-anak remaja itu kemudian minta pertolongan kewarga dan melakukan pencarian korban yang tenggelam itu.
Namun pencarian yang dilakukan tidak menemui hasil hingga akhirnya pihak keluarga melapor ke Polisi dan Basarnas Unit Siaga SAR Bojonegoro.
Tim relawan setempat dan Tim Basarnas dan warga berama-rama melakukan pencarian dan akhirnya menemukan korban.
Rizaldi akhirnya ditemukan oleh SAR dalam kondisi mengambang yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi awal dilaporkan korban tenggelam.
Petugas Basarnas Novix Heryadi kepada wartawan di Ngawi mengungkapkan menemukan korban dalam kondisi mengambang dan sudah tidak bernyawa lagi.
Sementara bibi korban Atik Angelalita menceritakan jika sebelumnya Rizaldi sempat meminta izin kepada ibunya untuk bermain di rumah pamannya.
Setelah sampai di Ngawi kemudian ikut memancing bersama teman-temannya ke Sungai Bengawan solo, namun diketahui ia sudah tenggelam.
Setelah menemukan jenazah korban, tim SAR langsung melakukan evakuasi dengan menggunakan ambulans untuk dilakukan pemeriksaan.
Setelah jasad korban dipastikan jika korban tewas akibat tenggelam, kemudian jenazahnya diserahkan ke keluarga untuk dibawa pulang ke rumah duka di Sragen.
Peristiwa seperti ini terjadi tidak hanya sekali ini, sudah banyak dan berulangkali kasus tenggelam di Sungai Benga Solo dengan kebanyakan kasus korban tidak bisa berenang namun memaksakan bermain di air.
Tindakan ini tentu sangat berisiko, sebab sesorang yang tidak bisa berenang bermain di genangan air yang dalam akan memiliki risiko membahayakan keselamatan jiwa, karena tenggelam. **


