Karena itu, pengalihan sebagian kendaraan melalui pelabuhan alternatif dinilai perlu dilakukan untuk mengurangi tekanan terhadap jalur utama sekaligus mencegah penumpukan antrean.
“Potensi peningkatan kendaraan perlu diantisipasi sejak awal agar arus tidak hanya bertumpu pada Ketapang-Gilimanuk,” kata Komang.
Fasilitas Pelabuhan Ikut Dibenahi
Selain menyiapkan armada kapal, pemerintah juga memperhatikan kesiapan infrastruktur di tiga pelabuhan alternatif tersebut.
Sejumlah fasilitas yang menjadi perhatian meliputi penerangan kawasan pelabuhan, toilet, hingga pemasangan kamera pengawas atau CCTV.
Pembenahan ini diperlukan untuk mendukung kelancaran operasional sekaligus memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang menggunakan layanan penyeberangan selama libur Natal dan Tahun Baru.
Koordinasi lintas instansi juga akan terus dilakukan agar seluruh fasilitas dan pelayanan sudah siap sebelum pelabuhan alternatif mulai dioperasikan.






