News

Muhammadiyah Ajak Umat Bijaksana Sikapi Perbedaan Awal Ramadan

×

Muhammadiyah Ajak Umat Bijaksana Sikapi Perbedaan Awal Ramadan

Sebarkan artikel ini
ramadan 2
Marhaban ya Ramadan 2025. (Pixabay)

KITAINDONESIASATU.COM – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, Selasa 17 Februari 2026 mengimbau seluruh umat Islam untuk tetap arif dan bijaksana dalam menyikapi potensi perbedaan awal Ramadan 1447 Hijriah.

Muhammadiyah sendiri telah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Sementara itu, Pemerintah baru akan menggelar sidang isbat pada Selasa sore (17/2) untuk menentukan awal puasa secara nasional.

Haedar menegaskan bahwa perbedaan penentuan awal bulan suci adalah bagian dari ruang ijtihad yang tidak seharusnya memicu perpecahan atau aksi saling menyalahkan. Ia berpesan agar umat Islam tidak merasa paling benar sendiri dan tetap fokus pada esensi ibadah puasa, yakni meningkatkan ketakwaan baik secara pribadi maupun kolektif.

Menurutnya, Ramadan harus dijalankan dengan suasana tenang, damai, serta penuh kematangan spiritual. Haedar berharap melalui momentum Ramadan ini, umat Islam dapat terus meningkatkan kualitas keilmuan dan menebarkan kemaslahatan yang lebih luas bagi masyarakat.

Dengan sikap saling menghormati, perbedaan awal Ramadan diharapkan tidak mengganggu kekhusyukan umat dalam beribadah. “Di situlah sebagai ruang ijtihad tentu tak perlu saling menyalahkan,” pungkasnya.

Sebelumnya Kementerian Agama bersama ormas Islam akan mengadakan sidang isbat untuk menentukan awal puasa Ramadan pada Selasa 17 Februari 2026 malam. Rencananya pemerintah akan mengumumkan awal puasa sekira pukul 19.05 WIB. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *