Atribut yang mempermalukan siswa, seperti kostum aneh atau perlakuan diskriminatif, tidak diperbolehkan karena bisa meninggalkan trauma psikologis pada anak.
Tujuan Utama MPLS Ramah Anak
Melalui pendekatan yang lebih humanis dan partisipatif, Kemendikdasmen ingin menciptakan pengalaman positif bagi siswa baru, sehingga mereka merasa nyaman dan siap belajar di lingkungan baru.
Beberapa contoh kegiatan yang terdapat dalam panduan MPLS Ramah Anak antara lain:
-Pengenalan budaya sekolah melalui games edukatif
-Sesi interaksi langsung dengan guru dan kakak kelas yang bersifat pembinaan
-Aktivitas sosialisasi antar teman sebaya untuk membangun relasi positif
-Simulasi hidup di sekolah, termasuk cara belajar, ekstrakurikuler, dan layanan konseling
“Kami ingin tahun ajaran baru menjadi momen yang menyenangkan dan tidak menakutkan bagi siswa,” demikian tertulis dalam laman resmi Kemendikdasmen.
MPLS Lebih Sehat dan Berkepribadian
Peluncuran MPLS Ramah Anak 2025 menunjukkan bahwa pemerintah semakin serius dalam melindungi hak-hak anak di dunia pendidikan.


