KITAINDONESIASATU.COM – Putusan paling aneh dalam sejarah benar-benen terjadi pada tahun 1661, ketika tubuh Oliver Cromwell — mantan penguasa Inggris — digali dari kuburnya dan dihukum mati secara simbolis.
Ya, Anda tidak salah baca: mayat digali dan dieksekusi meski sang tokoh telah wafat tiga tahun sebelumnya.
Peristiwa ini dianggap sebagai salah satu hukuman mati paling aneh dalam sejarah, dan tetap menjadi momen kontroversial dalam sejarah politik Inggris.
Kasus Oliver Cromwell dimulai di tengah kekacauan Perang Saudara Inggris yang meletus pada 1642.
Konflik berdarah antara pendukung monarki dan Parlemen ini berlangsung hingga 1651, menewaskan lebih dari 150.000 orang dan mengubah wajah kerajaan.
Di tengah krisis, Oliver Cromwell muncul sebagai tokoh sentral, memimpin pasukan Parlemen dan membawa Inggris ke era republik sementara yang dikenal sebagai Persemakmuran.
Ia bahkan menjadi Lord Protector dari 1653 hingga kematiannya pada 1658, menjadikannya figur paling berkuasa di Inggris saat itu.
Salah satu tindakan paling kontroversial Cromwell adalah perannya dalam eksekusi Raja Charles I pada 1649 atas tuduhan pengkhianatan. Keputusan ini membuat keluarga kerajaan, terutama putra Raja Charles I, Charles II, menyimpan dendam besar.
Ketika Cromwell meninggal secara alami pada 3 September 1658 akibat malaria dan batu ginjal, ia dikuburkan dengan kehormatan kerajaan di Westminster Abbey — sebuah ironi yang kelak akan dibalik secara dramatis.
