Namun, setelah kematiannya, pemerintahan anaknya, Richard Cromwell, runtuh dalam hitungan bulan.
Dengan situasi politik yang kacau, Charles II kembali dari pengasingan dan mengembalikan monarki pada 1660. Kembalinya sang raja membawa era balas dendam.
Parlemen baru yang pro-kerajaan memutuskan untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab atas kematian ayahnya — bahkan jika mereka sudah mati.
Inilah awal dari penggalian dan eksekusi mayat-mayat tokoh republik, termasuk Oliver Cromwell, Hakim John Bradshaw, dan Jenderal Henry Ireton.
Pada Januari 1661, tubuh Cromwell digali dari makamnya di Westminster Abbey atas persetujuan Parlemen Inggris. Mayatnya dibawa ke Tyburn, tempat eksekusi publik, dan digantung selama sehari penuh sebagai simbol hukuman mati.
Setelah itu, tubuhnya dipenggal, dan kepalanya dinaikkan ke tiang kayu setinggi 6 meter di depan Westminster Hall. Kepala Cromwell tetap dipajang selama 23 tahun, hingga sekitar 1684, menjadi simbol balas dendam yang mengerikan.
Yang menambah misteri, kepala Cromwell menghilang setelah badai hebat merusak tiang penyangga.
Dikabarkan, seorang pejalan kaki menemukannya dan membawanya pergi.
Selama berabad-abad, kepala tersebut berpindah tangan dari kolektor ke kolektor, bahkan sempat dipamerkan di museum sebagai artefak aneh.

