KITAINDONESIASATU.COM – Beberapa pekan ini banyak anak-anak yang tenggelam di telaga di wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Kali ini menimpa seorang bocak pelajar SD berusia 10 tahun atas nama Hafiz Rahman Maulana yang tenggelam di Telaga di Dusun Biyodo, Desa Beton, Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Minggu (9/2/2025).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 0:20 WIB saat korban hendak belajar berenang di sebuah telaga namun terpeleset di tangga dan terjebur di kedalaman hingga meninggal dunia.
Menurut informasi yang diperoleh mengungkapkan saat liburan Minggu korban berangkat dari rumahnya Dudun Kebondalem bersama teman-temannya pukul 08:00 WIB.
Massa Pemuda Diduga Anggota Pencak Silat Mengeroyok Tiga Pemuda di SPBU Perak Jombang
Kemudian menuju ke sebuah telaga yang tak jauh dari rumahnya untuk belajar bernenang, sesampai di telaga mereka pun bercelana pendek memasuk telaga.
Sekitar pukul 09:20 WIB Hafit memasuki telaga melalui sebuah tangga di sisi barat telaga untuk mencoba berenang tanpa pendampingan instruktur.
Sepertinya anak-anak yang belajar bernang itu juga tidak bisa berenang semuanya masih tahapan ingin belajar berenang.
Kapolsek Menganti, AKP Moch Dawud kepada wartawan di Gresik mengungkapkan dari hasil keterangan para saksi korban berlari mendahului teman-temannya.
Korban belari menuju telaga di sisi barat sebelum akhirnya meninggal, pelajar SD kelas 4 ini terlalu bersemangat untuk berenang.
Belum sempat menceburkan diri ke dalam air korban terpeleset dari tangga dan jatuh ke dalam telaga yang cukup dalam.
Jalan Rusak Pemuda Driyorejo Gresik Jadi Korban Terjatuh dan Ditabrak Pemotor lain Melarikan Diri
Melihat kejadian itu teman-teman korban juga berusaha untuk memberikan pertolongan sambil berteriak-teriak, namun gagal.
Teriakan teman-temannya cernyata didegar warga di sekitarnya hingga bergegas memberikan pertolongan, namun sayang saat korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Menurut Kapolsek Moch Dawud setelah dievakuasi korban sempat mendapatkan pemeriksaan dari petugas kesehatan dan tidak ditemukan tanda-tenda kekerasan akhirnya dimakamkan.
Pihak keluarga sudah menerima keadaan yang terjadi kepada korban menolak untuk dilakukan autopsi hingga menganggap.
Kasus tenggelam beberapa bulan terakhir sering terjadi sebelumnya dua remaja tewas tengalam di Waduk Gedangkulut, Cerme yang tenggelam setelah terpeleset saat memancing bersama teman-temannya yang lain. **


