Ia mengajak masyarakat menelusuri kembali perjalanan awal Garut sekaligus menghargai jasa para leluhur.
Menurutnya, semangat Napak Darma Lingga Buana dan Mapag Gumiwang Ci Garut harus diterjemahkan dalam kerja nyata pembangunan.
“Peringatan ini menjadi cara kita mengingat sejarah sekaligus menumbuhkan tanggung jawab untuk masa depan Garut,” ujar Syakur.
Ia menilai pemahaman sejarah akan memperkuat arah kebijakan daerah, terutama dalam menjaga kesinambungan nilai budaya pada Hari Jadi Garut ke-213.
Kepala Disparbud Garut Beni Yoga Gunasantika menyebut Sumur Ci Garut sebagai simbol penting dalam rangkaian Hari Jadi Garut ke-213.
Ia menekankan bahwa sumur tersebut merepresentasikan sumber kehidupan sekaligus warisan cerita panjang Garut. Prosesi Mapag Gumiwang Ci Garut dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah lokal.


