KITAINDONESIASATU.COM – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD angkat bicara terkait insiden yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol). Melalui pernyataan di media sosial, Mahfud menyampaikan pandangan yang mendalam, menyerukan semua pihak untuk melihat peristiwa ini dengan jernih dan tidak saling membenturkan.
Menurut Mahfud, pendemo yang menyuarakan aspirasi tidak bisa serta-merta disalahkan. Mereka menggunakan hak konstitusionalnya untuk menuntut keadilan. Di sisi lain, Mahfud juga menyoroti posisi aparat di lapangan yang berada dalam situasi sulit dan terjepit.
Ia menyebutkan, para personel Brimob yang berada di dalam rantis kemungkinan panik dan menghadapi dilema, di mana jika tidak bertindak tegas akan disalahkan atasan, namun jika terlalu tegas akan berhadapan dengan massa.
Mahfud menegaskan bahwa akar masalah utama dari insiden ini bukanlah pada pendemo atau aparat, melainkan adanya aspirasi dari pendemo dan di sisi lain adanya aparat yang ingin mengamankan unjuk rasa tersebut.
“Itu biang utamanya. Jangan benturkan aparat lapangan dengan rakyat yang menuntut dan menggunakan hak konstitusionalnya,” tulis Mahfud. Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak membiarkan situasi semakin memanas.(*)


