KITAINDONESIASATU.COM – Cuaca di Madiun Raya akhir-akhir ini begitu terik. Bahkan, suhu maksimum harian bisa menyentuh 35–37 derajat celcius saat siang dan terasa lembab.
Stasiun Geofisika BMKG Nganjuk menjelaskan panas terik ini secara tidak langsung dipicu oleh fenomena kulminasi atau hari tanpa bayangan.
Setiyaris, Pengamat Meterologi dan Geofisika Madya Stasiun Geofisika BMKG Nganjuk memberi penjelasan mengenai fenomena tersebut.
Kulminasi merupakan fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.
Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat menghilang sebab bertumpuk dengan benda itu sendiri.
“Wilayah Madiun Raya akan mengalami kulminasi utama pada 10–14 Oktober antara pukul 11.15 hingga 11.21,” terangnya.
Menurutnya, fenomena kulminasi terjadi dalam tempo yang berbeda-beda di setiap daerah.
- Kota/Kabupaten Madiun misalnya, fenomena hari tanpa bayangan tersebut diperkirakan terjadi pada Sabtu, 12 Oktober 2024 sekitar pukul 11.20.
- Sedangkan, Pacitan terjadi pada Senin, 14 Oktober 2024 sekitar pukul 11.21.
’’Fenomena ini biasa terjadi setiap tahun. Dan, tidak ada kaitannya dengan peristiwa apa pun,’’ ujar Setiyaris.
Yang jelas, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan mengkaitkannya dengan hal-hal yang aneh.
Setiyaris mengingatkan kepada warga yang beraktivitas di luar ruangan pada saat itu untuk banyak mengonsumsi air putih guna menghindari dehidrasi.
’’Jadi, sebisa mungkin kalau tidak penting-penting sekali berkegiatan di luar ruangan agar dihindari,’’ tuturnya. *


