KITAINDONESIASATU.COM – Suasana duka menyelimut keluarga besar Ponpes Riyadlul Qur’an Kedungmaling, Sooko, Mojokerto dan Ponpes Tremas Pacitan.
Pasalnya empat korban terseret ombak di Pantai Pancer Dorr Pacitan salah satunya diketahui Azmil Mukarromah (45) merupakan istri dari Pengasuh Ponpes Riyadlul Qur’an, Gus Samsudin.
Sementara tiga korban lainnya adalah putri dan keponakan Gus Samsudin yang juga turut serta dalam wisata itu, namun yang bersangkutan tidak turut mandi di pantai Pancer Dorr.
Tiga korban hilang antara lain adalah, Aisyah, Azkia, Nayaifah semuanya berusia antara 10 hingga 12 tahun putri dan keponakan korban Azmil Mukarromah yang telah ditemukan dimakamkan, Jumat (20/6/2025) malam.
Ketiga korban yang kini masih dalam pencarian itu ternyata juga merupakan santri di Pondok Pesantren Tremas Pacitan saat itu sedang liburan ke pantai bersama keluarganya.
Kepala Desa Kedungmaling, Edy Prabowo kepada wartawan di Mojokerto mengungkapkan korban merupakan putri dan keponakan Gus Samsudin sendiri.
Saat itu bersama istrinya Azmil Mukarromah dan dua anak serta seorang keponakan sedang menjemput putrinya yang mondok di Ponpes Tremas, terus kemudian sekalian liburan ke pantai.
Keluarga itu usai menjemput putrinya yang mondok langsung meluncur ke Pantai Pancer Dorr dan bersama sang ibu menceburkan diri ke air laut di pantai yang dikenal ganas itu.
Rombongan diduga kurang menyadari akan bahaya yang terjadi akibat ombak besar yang sering mengancam di kawasan muara sungai dan lautan itu.
Saat mereka berempat mandi di muara sungai tiba-tiba ombak atau gelombang laut datang dan menyeret mereka ke tengah arus laut yang keras.
Pasca peristiwa itu, istrinya Gus Samsudin, Azmil Mukarromah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sementara ketiga putri dan keponakannya yang kelahiran 2008 dan 2014 hingga kini belum ditemukan.
Ketiga korban yang belum ditemukan adalah Aisyah, Azkia dan Nayaifah yang merupakan keponakan korban warga Surabaya namun tinggal di Ponpes Riyadlul Quran di Desa Kedungmaling.
Hingga kemarin menjelang malam pencarian di hentikan dan belum menemukan korban kemudian dilanjutkan Sabtu (21/6/2025). **


