Seluruh korban kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis dari Puskesmas Mubune Likupang guna memastikan kondisi fisik para ABK tetap stabil setelah insiden KM Anaia.
Setelah pemeriksaan kesehatan selesai, seluruh korban diserahkan kepada Kantor UPP Likupang untuk proses pendataan dan pemeriksaan lanjutan.
Pada pukul 10.25 WITA, para ABK KM Anaia akhirnya dipulangkan kepada pihak pemilik kapal agar dapat kembali ke keluarga masing-masing. Dengan selesainya proses evakuasi ABK, operasi SAR resmi diusulkan ditutup.
Kepala Basarnas Sulut, George Mercy Randang, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan KM Anaia.
Ia menilai kerja cepat tim SAR gabungan menjadi faktor penting sehingga seluruh korban dalam insiden KM Anaia bocor di Perairan Biaro dapat diselamatkan tanpa korban jiwa.
Operasi SAR KM Anaia melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Kantor SAR Manado, Polairud Polres Minahasa Utara, Kantor UPP Likupang, Puskesmas Mubune Likupang, Pemerintah Kecamatan Likupang Barat, hingga Pemerintah Desa Likupang Barat.
Kolaborasi lintas instansi tersebut dinilai mempercepat proses evakuasi ABK di tengah kondisi cuaca buruk yang melanda wilayah perairan Sulawesi Utara.***


