NewsNasional

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Dorong Pers Mahasiswa Jadi Ruang untuk Bentuk Karakter

×

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Dorong Pers Mahasiswa Jadi Ruang untuk Bentuk Karakter

Sebarkan artikel ini
hidayat 8
Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat. (Ist)

Ia kemudian membagikan pengalamannya ketika masih menjadi wartawan mahasiswa dan hendak mewawancarai sejarawan Prof. Dr. Taufik Abdullah. Sebelum bertemu, Komaruddin terlebih dahulu mempelajari dan membaca karya Taufik Abdullah. Persiapan tersebut membuatnya memiliki bekal pengetahuan saat melakukan wawancara. “Sebelum saya ketemu orang, saya cari karyanya apa, saya baca dulu. Sehingga ketika dia ngomong, saya sudah punya modal,” tuturnya.

Komaruddin menekankan, persiapan merupakan bagian penting dalam kerja jurnalistik. Wartawan harus memahami siapa narasumber yang akan ditemui, termasuk latar belakang, pendidikan, pemikiran, dan karya-karyanya.

Ia bahkan mengaku kerap tidak menjawab pertanyaan wartawan yang menurutnya terlalu mendasar dan menunjukkan kurangnya persiapan. “Makanya sekarang ini kalau ada wartawan tanya saya, tanya hal yang basic-basic, nggak pernah saya jawab. Berarti orang itu nggak siap-siap ketemu narasumber,” katanya.

Menurutnya, keberadaan Google dan AI seharusnya justru membuat wartawan semakin mudah melakukan riset sebelum wawancara. “Sebelum ketemu narasumber, dia kaji dulu karyanya apa, pendidikannya apa. Jangan asal datang modal pertanyaan, modal dengkul,” tegas Komaruddin.

Komaruddin juga mengenang sejumlah tokoh yang pernah diwawancarainya ketika menjadi wartawan mahasiswa. Di antaranya sejarawan Taufik Abdullah, mantan Menteri Pertahanan Yuwono Sudarsono, psikolog Sarlito Wirawan Sarwono, hingga mantan Wakil Presiden Adam Malik. Menurutnya, pengalaman bertemu langsung dengan para tokoh tersebut tidak hanya menghasilkan bahan berita, tetapi juga memperluas wawasan dan membangun jejaring.

Komaruddin mengatakan, pengalaman meliput berbagai peristiwa juga mengajarkan mahasiswa bagaimana memilah informasi dan menentukan mana yang paling substansial. Ia mencontohkan ketika mendapat tugas meliput sebuah konferensi dengan ruang pemberitaan hanya satu halaman. Kondisi tersebut memaksanya memilih informasi yang paling penting untuk disampaikan. “Sehingga saya harus mikir, merajut berita, mana substansial, dilatih,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, sejumlah anggota Dewan Pers, Ketua Forum Rektor Indonesia sekaligus Rektor Universitas Tanjungpura Pontianak Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si., perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Neni Herlina, serta perwakilan pers mahasiswa dari berbagai daerah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *