Untuk membantu generasi muda mempersiapkan kompetensi yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja, Kemnaker terus menjalankan berbagai program peningkatan kompetensi.
Program tersebut antara lain Pelatihan Vokasi Nasional (PVN), Program Magang Nasional (MagangHub), Talent and Innovation Hub (TIH) Pembinaan Talenta Vokasi Indonesia, serta pelatihan melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP).
Menurut Afriansyah, kesiapan generasi muda juga perlu didukung keterhubungan antara pembelajaran di perguruan tinggi dan kebutuhan dunia industri. Kampus tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu, tetapi juga perlu membekali mahasiswa dengan karakter, kompetensi, kemampuan beradaptasi, dan kewirausahaan.
Keterhubungan tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, industri, komunitas, hingga media, untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang mendukung kesiapan generasi muda.
Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut sejalan dengan RPJMN 2025–2029 dalam membangun sumber daya manusia yang adaptif dan berdaya saing global.
Generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk AI, untuk meningkatkan produktivitas dan mengambil peran dalam perubahan dunia kerja serta pembangunan Indonesia.(*)





