News

Kemenkes sebut Konsumsi Rokok di Indonesia Lebih Besar daripada Beras

×

Kemenkes sebut Konsumsi Rokok di Indonesia Lebih Besar daripada Beras

Sebarkan artikel ini
Kemenkes sebut Konsumsi Rokok di Indonesia Lebih Besar daripada Beras
Kemenkes sebut Konsumsi Rokok di Indonesia Lebih Besar daripada Beras

KITAINDONESIASATU.cOM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa tingginya angka stunting di Indonesia salah satunya dipicu oleh tingginya konsumsi rokok. 

Anggaran rumah tangga yang banyak dialokasikan untuk rokok membuat kebutuhan gizi keluarga berkurang, sehingga berdampak pada tumbuh kembang anak.

“Rokok itu mengalahkan dari konsumsi beras di rumah tangga. Ini juga menjadi kenapa pemerintah kita mengatur kembali dikaitkan dengan penggunaan produk rokok dan rokok elektronik,” ungkap Hanifah Rogayah, perwakilan Tim Kerja Paru, Otak, dan Kardiovaskular Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kemenkes.

Hanifah menambahkan, upaya menurunkan stunting kini menjadi fokus utama pemerintah. 

“Selain menyebabkan penyakit, sekarang fokus pemerintah adalah menurunkan stunting, kalau belanja rumah tangga lebih besar untuk rokok daripada besar, pemenuhan gizi keluarga akan terganggu,” jelasnya.

Penelitian Pusat Kajian Jaminan Sosial UI tahun 2018 menunjukkan balita dengan orang tua perokok memiliki berat badan rata-rata 1,5 kg lebih rendah dibanding balita dari orang tua bukan perokok. Selain itu, 5,5 persen balita dari keluarga perokok juga memiliki risiko stunting lebih tinggi.

“Kalau mau berkontribusi untuk stunting, para orang tua tidak usah merokok dan lebih baik gunakan uangnya untuk membeli protein hewani seperti telur,” kata Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Endang Sumiwi, dikutip dari laman resmi Kemenkes (7 Juni 2023).

Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2021 pun mengungkapkan bahwa pengeluaran keluarga untuk rokok tiga kali lebih besar dibanding untuk protein, menegaskan betapa besar dampak rokok terhadap kesehatan dan gizi anak. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *