News

Kemenag Siapkan 50 Ribu Penyuluh Agama untuk Perang dengan Judi Online

×

Kemenag Siapkan 50 Ribu Penyuluh Agama untuk Perang dengan Judi Online

Sebarkan artikel ini
Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Ist)
Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Bahaya judi online yang terjadi di tanah air sudah semakin mengkhawatirkan, sehingga membuat semua unsur ikut bergerak. Kementerian Agama pun ikut turun tangan dengan menyiapkan 50 ribu penyuluh agama untuk memberikan edukasi ke masyarakat tentang bahaya judi online.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, lembaganya ikut ambil bagian dalam pemberantasan dan pencegahan judi online. Pihaknya akan memanfaatkan 5.940 Kantor Urusan Agama (KUA) dan 50.000 penyuluh agama untuk memberikan edukasi ke masyarakat tentang bahaya judi online.

“Kementerian Agama terlibat dalam rangka mencegah sekaligus mengeliminasi judi online,” kata Nasaruddin dalam konferensi pers Capaian Desk Pemberantasan Perjudian Daring di Kementerian Komdigi, Jakarta, Kamis (21/11).

Dikatakan Nasaruddin, nantinya penyuluh agama berasal dari agama Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha dan Khong Hu Cu. Dan salah satu program yang akan dilaksanakan adalah khotbah di seluruh masjid-masjid yang dikelola Kementerian Agama.

“Kami memiliki 800 ribu masjid di Indonesia, ditambah musala, langgar, surau, madrasah. Itu lebih dari 1 juta rumah ibadah Islam, ditambah rumah-rumah ibadah agama lain. Itu semuanya kami daya gunakan dalam rangka memberantas judi online,” ungkap Nasaruddin.

Melalui langkah tersebut, Nasaruddin berharap edukasi dan ceramah akan menyadarkan masyarakat mengenai bahaya judi online, karena merupakan sesuatu yang haram dan melanggar hukum. “Kami sudah berkoordinasi bagaimana supaya judi online ini benar-benar ditegaskan sebagai sesuatu yang haram,” ujar mantan Imam Besar Masjid Istiqlal ini.

Selain itu, Nasaruddin berharap masyarakat juga ikut dalam kampanye memberantas judi online tersebut, karena semua dimulai dari lingkungan keluarga. “Mari kita memproteksi anak-anak kita, keluarga kita semuanya agar tidak terkontaminasi dengan judi online, dengan bahaya yang sangat luar biasa. Di dunia kita akan melarat apalagi nanti di akhirat,” tukasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *