News

Kelangkaan LPG 3 Kg, Pemerintah Diminta Perjelas Kebijakan Penjualan

×

Kelangkaan LPG 3 Kg, Pemerintah Diminta Perjelas Kebijakan Penjualan

Sebarkan artikel ini
FotoJet 6 1
Kelangkaan LPG 3 Kg

KITAINDONESIASATU.COM – Masyarakat mengalami kesulitan dalam memperoleh LPG 3 kilogram (kg) dalam beberapa hari terakhir.

Hal ini terjadi setelah pemerintah melarang warung-warung kecil untuk menjual LPG bersubsidi tersebut.

Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno, menyatakan bahwa masyarakat mengeluhkan kelangkaan LPG 3 kg tanpa adanya kejelasan terkait mekanisme distribusinya.

Oleh karena itu, ia meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera memberikan penjelasan resmi mengenai kebijakan penjualan LPG 3 kg.

“Penjelasan dari Kementerian ESDM sangat penting untuk meredam kebingungan dan kegundahan warga serta menegaskan bahwa penjualan LPG 3 kg tetap masih bisa dilakukan melalui pangkalan-pangkalan resmi dari agen-agen penjualan,” kata dia melalui keterangannya, Senin (3/2/2025).

Di sisi lain, ia menyoroti peran pengecer yang selama ini menjadi penyedia LPG terdekat bagi masyarakat.

Tanpa keberadaan mereka, warga harus menempuh jarak lebih jauh dan mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli gas subsidi tersebut.

Eddy juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap harga LPG 3 kg, karena harga di tingkat pengecer sering kali bervariasi dan sulit dikendalikan oleh pemerintah.

Dengan mendaftarkan pengecer secara resmi dan memantau transaksi mereka secara digital, pemerintah dapat mengawasi distribusi LPG lebih efektif serta memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkannya.

Jika ditemukan adanya pengecer yang menjual LPG 3 kg dengan harga di luar ketentuan, Eddy menyarankan pemerintah untuk memberikan sanksi berupa pencabutan alokasi gas dan mengumumkannya kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan.

Lebih lanjut, ia mengakui bahwa bisnis LPG 3 kg memiliki tantangan tersendiri. Di satu sisi, gas subsidi ini harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga pelosok negeri, namun di sisi lain, LPG 3 kg merupakan produk bersubsidi yang rentan disalahgunakan dan kerap tidak tepat sasaran.

Eddy juga mengingatkan bahwa konsumsi LPG 3 kg terus meningkat setiap tahunnya, sementara sekitar 70-75 persen kebutuhan LPG nasional masih bergantung pada impor, yang berdampak besar terhadap devisa negara.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *