Berita UtamaNews

Kekeringan Sergap Wilayah Karesidenan Madiun

×

Kekeringan Sergap Wilayah Karesidenan Madiun

Sebarkan artikel ini
kekeringan di Madiun
Droping air bersih untuk warga desa yang mengalami kesulitan air bersih. (bahanafm)

Selain itu masyarakat dihimbau untuk menjaga prilaku dengan menghemat penggunaan air bersih, kemudian tidak membuang puntung rokok sembarangan yang bisa menimbulkan potensi kebakaran.

Kabupaten Ngawi

Sementara kekeringan di wilayah Kabupaten Ngawi sejak bulan ini mulai dirasakan dan semakin mengkhawatirkan, puluhan desa mulai merasakan kesulitan mendapatkan akses air bersih.

Situasi ini menyebabkan terganggunya pemenuhan kebutuhan air bersih untuk konsumsi masyarakat dan untuk aktivitas pertanian.

Menurut catatan BPBD Kabupaten Ngawi terdapat 32 desa di delapan wilayah kecamatan yang berpotensi mengalami krisis air bersih atau kekeringan.

Dari desa tersebut menurut Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi, Partoyo terdapat sekbanyak 34.529 KK atau 93.031 jiwa.

Pemkab Ngawi terus berupaya untuk mengantisipasi dampak kekeringan itu, dilakukan distribusi air bersih secara berkala.

Upaya jangka panjang dengan membangun sumur bor dan revitalisasi sumber air juga sedang digalakan, rata-rata desa yang terdampak berada di kawasan perbukitan kapur dan tepian hutan.

Berdasarkan data tahun 2023 terdapat 23 desa di delapan kecamatan yang terdampak antara lain adalah Kecamatan Mantingan, Karanganyar, Widodaren, Kedunggalar, Pitu, Bringin, Kasreman, dan Ngawi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *