Prestasi lainnya tak kalah prestisius adalah keberhasilan membongkar aktivitas penambangan yang tidak memiliki izin usaha di wilayah Banten Selatan.
Bahkan Condro mengklaim jika pengungkapan kasus pertambangan merupakan tertinggi se Indonesia dengan 31 kasus, seperti penambangan emas, baru bara, pasir silika dan lainnya.
Terakhir sebelum dilantik menjadi Kapolres Serang, Condro Sasongko berhasil menggulung delapan orang pelaku penyalahgunaan gas beromset lebih dari Rp1 miliar sehari di wilayah Karang Tengah, Kota Tangerang.
Setelah dipercaya memegang tongkat komando Kapolres Serang, kiprah Condro Sasongko dalam mengungkap kasus besar menyangkut kepentingan masyarakat tidak berhenti.
Pada Maret 2024, dibawah kepemimpinannya, Condro Sasongko dengan menyamar sebagai bos beras berhasil membongkar perdagangan curang oknum pengusaha nakal.
Modus operandinya mengoplos beras Bulog jenis premium dengan beras tidak layak konsumsi, kotor dan berjamur yang sudah dicuci atau bleaching dan diberi pengharum menggunakan vanili. Setelah dioplos, beras kemudian dikemas ulang dengan kemasan merk Ramos, Kembang dan Walet.
Barang bukti dalam kasus pengoplosan beras Bulog di antaranya dua unit light truck truk, 1 unit kendaraan losbak, 25 ton beras Bulog, 5 ton beras yang sudah dioplos, mesin jahit karung kemasan dan 3 kendaraan sebagai sarana angkutan.
Selain pengungkapan kasus oplos beras Bulog, sepanjang 7 bulan bertugas sebagai Kapolres, Condro Sasongko juga mengungkap berbagai kasus kejahatan, seperti pembunuhan, Curanmor, Curat dan Curat (C3), pencurian hewan ternak yang menjadi atensi Kapolda Banten serta industri tembakau sinte di apartemen, Kota Tangerang.
Itulah profil serta prestasi prestisius yang telah diukir AKBP Condro Sasongko selama menjadi Korps Bhayangkara. (jm)
Viral di TikTok, AKBP Condro Sasongko Ternyata Jebolan Akpol 5 Besar Terbaik 2005


