KITAINDONESIASATU.COM – Sebanyak 80 kader Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) disiapkan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana di Kota Bogor. Langkah ini dilakukan melalui pelatihan yang melibatkan anggota Tim Penggerak (TP) PKK Kota Bogor.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Gebyar GKSTTB yang dirangkaikan dengan Gerakan Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat Kota Bogor. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan kader dalam melakukan mitigasi dini di wilayah masing-masing.
Kegiatan yang berlangsung di Plaza Balai Kota Bogor pada Minggu 11 Oktober 2026 itu disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, dan Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim. Kegiatan tersebut turut didampingi organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan para camat.
Jenal Mutaqin Sebut 600 Kejadian Bencana di Kota Bogor
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengungkapkan bahwa sepanjang 2026 hingga saat kegiatan berlangsung, tercatat sebanyak 600 kejadian bencana di Kota Bogor. Kejadian tersebut meliputi kebakaran, tanah longsor, dan berbagai bencana lainnya.
“Di tahun ini sampai hari ini sudah ada 600 kejadian bencana di Kota Bogor. Mulai dari kebakaran, longsor, dan lain-lain,” papar Jenal Mutaqin, Minggu, 11 Oktober 2026.
Menurut Jenal, pelatihan kesiapsiagaan bencana menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan dan keberlangsungan hidup.
Ia menegaskan, pengetahuan serta kesiapan menghadapi situasi darurat diperlukan agar masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat ketika bencana terjadi.
“Bencana tidak bisa kita hindari. Maka dengan kesiapsiagaan dan jangan panik ketika bencana datang, butuh pelatihan dan ilmu,” ujar Jenal Mutaqin.
Kader PKK Perkuat Mitigasi Bencana dari Lingkungan Keluarga
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkuat upaya penanganan bencana dengan melibatkan kader PKK. Keterlibatan tersebut diharapkan membuat langkah mitigasi lebih komprehensif, mulai dari tingkat keluarga hingga lingkungan masyarakat.
Selain kesiapsiagaan menghadapi bencana, Jenal Mutaqin juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat sebagai bagian dari upaya mitigasi dan penanganan bencana.
Ia pun mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Cek Kesehatan Gratis yang menjadi rangkaian kegiatan Gebyar GKSTTB.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama.
Menurutnya, upaya membangun masyarakat yang tanggap dan tangguh perlu dimulai dari keluarga serta lingkungan terdekat.
“Melalui sinergi antara pemerintah, TP PKK, kader, masyarakat, serta dunia usaha, diharapkan terbentuk masyarakat Kota Bogor yang semakin tanggap, tangguh, mandiri, dan senantiasa siap menghadapi berbagai potensi bencana,” ucap Yantie Rachim.
80 Kader GKSTTB Dibentuk Menjadi Kader KUJANG
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor, Rakhmawati, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kepedulian, dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap isu kesehatan, perlindungan keluarga, serta upaya menghadapi bencana.
Ia menyampaikan, PKK Kota Bogor berperan sebagai mitra pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat, terutama untuk membangun ketahanan keluarga dan memperkuat peran kader sebagai penggerak di lingkungan masing-masing.
“PKK Kota Bogor sebagai mitra pemerintah berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat untuk membangun ketahanan keluarga serta memperkuat peran kader sebagai penggerak masyarakat dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap potensi dan risiko bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” ucap Rakhmawati.
Rakhmawati menambahkan, pelatihan tersebut juga memberikan edukasi secara komprehensif kepada masyarakat, khususnya anggota Pokja IV di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Dari kegiatan ini, sebanyak 80 kader GKSTTB dibentuk untuk memperkuat kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Kota Bogor.
“Yang selanjutnya disebut sebagai Kader KUJANG (Kader Kesiapsiagaan untuk Jangka Panjang). Untuk mewujudkan keluarga yang sehat, tanggap, dan tangguh dalam menghadapi bencana di Kota Bogor,” tukasnya.
Melalui pelatihan ini, Pemkot Bogor bersama TP PKK berharap kesiapsiagaan bencana semakin mengakar di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan pengetahuan yang memadai, kader diharapkan mampu mendorong kesadaran mitigasi dini serta memperkuat ketahanan keluarga dalam menghadapi risiko bencana.





