News

Joe Biden Hargai Jimmy Carter: Penghormatan Terakhir di Katedral Nasional Washington

×

Joe Biden Hargai Jimmy Carter: Penghormatan Terakhir di Katedral Nasional Washington

Sebarkan artikel ini
FotoJet 2 4
Jimmy Carter berpidato memuji sikap Komite Olimpiade AS terhadap Olimpiade Moskow pada tanggal 1 Februari 1980. (Foto: Mark Wilson/AP)

KITAINDONESIASATU.COM – Rakyat Amerika mengharapkan momen persatuan politik yang langka ketika kelima presiden yang masih hidup, –termasuk Donald Trump– akan berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada Jimmy Carter yang meninggal pada usia 100 tahun pada hari Minggu lalu.

Presiden Joe Biden akan memimpin upacara pemakaman di Katedral Nasional Washington pada hari Kamis mendatang.

Tahun lalu, Biden sempat membocorkan bahwa Carter memintanya untuk memberikan pidato penghormatan. “Maaf, saya tidak seharusnya mengatakan itu,” ungkap Biden, demikian ditulis The Guardian pada Minggu, 5 Januari 2025.

Biden mungkin akan dihadapkan pada tantangan politiknya sendiri.

Sama seperti Carter yang hanya menjabat satu periode karena inflasi dan kegagalan dalam pembebasan sandera di Timur Tengah, Biden juga dihadapkan pada tantangan serupa.

Meskipun demikian, Carter sering dianggap sebagai “mantan presiden terhebat” karena dedikasinya dalam kemanusiaan.

Meskipun dikenal dengan kontroversinya, Trump memberikan penghormatan hangat kepada Carter dan menerima undangan untuk hadir.

Sarah Purcell, seorang sejarawan dari Grinnell College, menyatakan bahwa ini menunjukkan kemungkinan keinginan Trump untuk mengikuti contoh bagaimana seorang presiden seharusnya bertindak.

Meski demikian, interaksi Trump dengan Bill Clinton, George W. Bush, dan Barack Obama di upacara pemakaman akan menjadi perhatian utama. Pada pemakaman George HW Bush tahun 2018, Trump berjabat tangan dengan Obama tetapi mengabaikan Hillary Clinton, yang pernah kalah darinya di pemilu 2016.

Upacara pemakaman tersebut akan dihadiri oleh Demokrat dan Republik, dengan pidato penghormatan dari keluarga pendahulu Carter, Gerald Ford, dan wakil presiden Carter, Walter Mondale.

Peristiwa ini diharapkan menjadi jeda singkat dari ketegangan politik yang tengah terjadi, mengingat situasi politik yang sangat tidak sopan.

Rangkaian pemakaman selama enam hari dimulai dengan iring-iringan mobil membawa jenazah Carter melalui Plains, Georgia, dan berhenti di tempat kelahirannya.

Jenazah Carter kemudian akan dibawa ke Atlanta dan disemayamkan di Carter Presidential Center. Setelah upacara di Washington, jenazah Carter akan diterbangkan kembali ke Georgia untuk pemakaman pribadi.

Para pengagum Carter berharap penghormatan ini akan mendorong lebih banyak apresiasi terhadap kontribusinya, baik dalam masa kepresidenannya maupun pasca-kepresidenan, termasuk menerima hadiah Nobel Perdamaian.

Mereka juga senang bahwa Biden, yang telah lama menjadi pendukung Carter, akan memberikan penghormatan tersebut.- ***

Sumber: The Guardian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *