KITAINDONESIASATU.COM – Angka kematian jemaah haji Indonesia terus bertambah. Hingga Sabtu (14/6/2025) pukul 18.30 WIB, data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama mencatat total 275 jemaah haji Indonesia meninggal dunia di Tanah Suci.
Fase operasional haji 1446 H/2025 M saat ini sedang memasuki tahap pemulangan jemaah gelombang pertama. Lebih dari separuh jemaah yang wafat adalah lanjut usia (lansia), dengan jemaah tertua tercatat berusia 94 tahun. Kondisi kesehatan yang rentan dan cuaca ekstrem di Arab Saudi menjadi faktor utama tingginya angka kematian ini.
Mayoritas jemaah meninggal dunia di Makkah, mencapai 203 orang. Sisanya tersebar di Madinah (32 orang), Mina (15 orang), Arafah (13 orang), dan bandara (12 orang). Embarkasi Surabaya (SUB) menjadi penyumbang kematian terbanyak dengan 57 jemaah wafat, diikuti Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) dan Solo (SOC) masing-masing 31 jemaah.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji, termasuk penanganan medis dan pemulasaran jenazah. Evaluasi menyeluruh diharapkan dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan haji di tahun-tahun mendatang, terutama dalam aspek mitigasi risiko bagi jemaah lansia dan berkebutuhan khusus.
Nama-nama jemaah wafat dipublikasikan di situs Siskohat Kemenag melalui laman https://haji.kemenag.go.id/sidb/admin/.


