KITAINDONESIASATU.COM – Serangan udara Israel kembali mengguncang Jalur Gaza pada Sabtu (22/11/2025) malam waktu setempat, menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai puluhan lainnya. Peningkatan kekerasan ini terjadi di tengah ketegangan dan tuduhan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang rapuh.
Badan Pertahanan Sipil Gaza, yang beroperasi di bawah otoritas Hamas, melaporkan bahwa korban tewas tersebut merupakan akibat dari lima serangan udara terpisah yang ditujukan ke berbagai lokasi.
Serangan-serangan ini menghantam rumah-rumah di kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah, yang menewaskan tujuh orang, serta sebuah apartemen hunian di distrik Al-Nasr, sebelah barat Kota Gaza, menewaskan empat orang.
Militer Israel mengklaim serangan itu adalah respons terhadap “teroris bersenjata” yang melintasi Garis Kuning dan menembaki tentara Israel, menyebutnya sebagai “pelanggaran terang-terangan” terhadap kesepakatan damai.
Namun, Hamas melalui juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmud Bassal, dengan tegas menyatakan serangan Israel melanggar gencatan senjata.
Insiden mematikan ini memicu kekhawatiran global bahwa gencatan senjata yang dimediasi AS dan berlaku sejak Oktober terancam runtuh total. Komunitas internasional mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dan menghormati kesepakatan demi menghindari eskalasi konflik yang lebih luas.(*)



