News

Irjen Andry Wibowo: Modernisasi Pelayanan Publik Dimulai dengan  Hapus Pungli di Daerah

×

Irjen Andry Wibowo: Modernisasi Pelayanan Publik Dimulai dengan  Hapus Pungli di Daerah

Sebarkan artikel ini
Irjen Andry Wibowo jadi pembicara dalam diskusi di Palembang. (Ist)
Irjen Andry Wibowo jadi pembicara dalam diskusi di Palembang. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Kesultanan Palembang Darussalam menggelar  diskusi publik dengan tema ‘Penanggulangan  Pungli di Sektor Layanan Publik Kota Palembang’, Senin (3/2) di ruang Parameswara Pemkot Palembang.

Hadir di antaranya Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja,  Sekretaris Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam, Irjen Dr. H. Andry Wibowo,  R.M.Rasyid Tohir, Dato’ Pangeran Nato Rasyid Tohir, Pangeran Mas’ud Khan, Dato’ Pangeran Suryo Febri Irwansyah (Vebri Al Lintani).

Selain itu, Dato’ Pangeran Suryo Kemas Ari Panji, Pangeran Yudo Heri Mastari, seniman Palembang seperti Ali Goik, , Fir Azwar, Marta Astra Winata, Genta, kerabat Kesultanan Palembang Darussalam Putri Ayu Niago Levi Budhiarty, Putri Ayu Sastro Isnayanti, Ketua Kopzip Ridlwan Setiawan.

Acara di buka oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Keuangan, Pendapatan, Hukum, dan HAM. , Edison.

Turut hadir perwakilan Inspektorat Kota Palembang, Fikrihami, Ombusman Perwakilan Sumsel diwakili Prana Susiko, Pakar sosiologi perkotaan dari Unsri  Prof. Dr. Ridho Taqwa, M.Si

Sekretaris Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam, Andry Wibowo, menekankan  pentingnya kepala daerah menghapus pungli di daerahnya.

“ Tentunya kalau kita lihat dari role  model yang dibangun bapak Jonan di KAI tentunya nanti memodernisasi pelayanan pelayanan publik,” katanya.

Makna modernisme itu sendiri menurutnya pemikiran yang berbasis kepada sesuatu  hal yang positip dan masuk logika  plus dimasyarakat kuat didua sisi yaitu sisi  spiritual dan sisi kebudayaan.

“Tinggal tugas kami di birokrat yang berbasis kepada  ilmu pengetahuan itu bergandengan tangan untuk kemudian membangun pelayanan publik yang modern,” tukasnya.

Dia melihat Palembang hanya sekadar bersaing dengan kota lainnya tetapi sebagai bangunan kolektif bangsa juga bersaing dengan bangsa-bangsa  maju.

“Persaingan kita disitu bukan sekadar  misalnya olahraga tapi birokrasi kita tertantang  untuk mampu bersaing dengan birokrat-birokrat yang hebat didunia,” katanya.

Masyarakat harus mendukung  harapan besar Presiden Prabowo yaitu cegah kebocoran, layani rakyat dengan baik , kewenangan , kedudukan dan posisi kita pada posisi pemerintahan di manapun sektornya  kita persembahkan darma bakti semaksimal mungkin untuk kepentingan rakyat dan Negara dan harus dijadikan mainset.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *