KITAINDONESIASATU.COM – Tim evakuasi akhirnya menemukan Razi Fahreza (13), korban tenggelam yang terseret arus saat mandi di Pantai Pulau Kapuk, Lhoknga, Banda Aceh.
Penemuan jenazah tersebut secara resmi mengakhiri operasi SAR gabungan di Aceh Besar yang menyita perhatian publik luas.
Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, menginstruksikan dimulainya operasi SAR gabungan di Aceh Besar pada pukul 07.30 WIB dengan membagi dua tim penyisir.
Fokus utama tim adalah mencari korban tenggelam di sekitar perairan Pantai Pulau Kapuk yang terkenal memiliki arus sangat berbahaya.
Pembagian personel ini memastikan operasi SAR gabungan di Aceh Besar dapat menjangkau area pencarian secara maksimal dan terstruktur.
Tim pertama menggunakan satu unit Landing Craft Rubber (LCR) untuk menyisir perairan Pantai Pulau Kapuk sejauh 3 kilometer ke arah utara demi menemukan korban tenggelam.
Sementara itu, tim darat menyusuri bibir pantai ke arah tenggara dan barat laut sejauh 2 kilometer dalam rangkaian operasi SAR gabungan di Aceh Besar.
Sinergi kedua tim yang dikoordinir langsung oleh Basarnas Banda Aceh ini terbukti mempercepat penemuan lokasi korban tenggelam.


