News

Investor Asal Singapura Mulai Masuk IKN Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya

×

Investor Asal Singapura Mulai Masuk IKN Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Sebarkan artikel ini
ikn ditutup sementara
Penampakan pembangunan IKN. foto: ig @ikn_id

KITAINDONESIASATU.COM – Investor asing dari perusahaan Singapura akan groundbreaking di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada September ini. Sembcorp Utilities Pte Ltd yang akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 5 sampai 6 megawatt.

“Sembcorp mereka mau investasi di solar panel dan investasinya kurang lebih US$60 juta atau setara Rp936 miliar (kurs Rp 15.600 per dolar AS),” kata Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, yang dikutip Rabu (4/9).

Dikatakan Rosan, PLTS yang akan dibangun perusahaan asal Singapura itu akan selesai dibangun dalam tiga bulan. Artinya jika groundbreaking pada September, maka PLTS akan rampung dibangun November. “Iya (September groundbreaking). Pembangunan mereka bilang cepat sih, tiga bulan. Jadi November lah selesai,” ujarnya.

Baca Juga  Ancam Industri Dalam Negeri, DPR Soroti Impor Baja Murah dari China

Tak hanya Sembcorp, sambung Rosan, nantinya ada juga Raffles Education Center yang akan berinvestasi di IKN. Namun, Rosan tak menyebutkan nilai investasi Raffles Education Center. “Ada satu lagi adalah Raffles Education Center. Mereka mau masuk di IKN,” tambah Rosan.

Sebelumya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan bahwa pembangunan Ibu Konta Nusantara (IKN) juga ditopang dari investasi swasta dan BUMN. Sehingga pembangunannya saat ini tidak hanya bertumpu dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semata.

Presiden Jokowi mengatakan, sebanyak 55 perusahaan telah menanamkan modalnya di IKN dengan total nilai investasi mencapai Rp56,2 triliun hingga periode Agustus 2024. “Dan per hari ini, perlu juga saya sampaikan bahwa di luar anggaran dari APBN, investasi yang masuk ke IKN sudah Rp56,2 triliun dari 55 yang sudah groundbreaking,” katanya yang dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Senin (12/8).

Baca Juga  Para Miliarder Tidak Optimis Sebagai Tujuan Investasi Jangka Pendek di Asia Pasifik

Menurut kepala negara, mayoritas proyek investasi tersebut merupakan pembangunan kantor dan perbankan yang mencapai 14 proyek. Kemudian, sektor retail dan logistik mencapai 10 proyek. Untuk di sektor hunian dan area hijau ada 9 proyek, perhotelan 8 proyek, pendidikan 6 proyek, kesehatan 3 proyek, media dan teknologi 3 proyek dan terakhir sektor energi dan transportasi sebanyak 2 proyek. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *