InternasionalBerita Utama

UEA Bantah Keras Isu Transfer Rp53 Triliun ke Iran, Tudingan Dana 3 Miliar Dolar Disebut Hoaks

×

UEA Bantah Keras Isu Transfer Rp53 Triliun ke Iran, Tudingan Dana 3 Miliar Dolar Disebut Hoaks

Sebarkan artikel ini
bendera uea
Bendera UEA.

KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) akhirnya angkat bicara terkait kabar yang menghebohkan dunia internasional mengenai dugaan transfer dana milik Iran senilai 3 miliar dolar AS atau sekitar Rp53,3 triliun.

Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri UEA pada Sabtu (13/6), negara Teluk tersebut dengan tegas membantah seluruh laporan yang menyebut adanya pemindahan aset Iran melalui wilayahnya.

UEA menilai informasi yang beredar di sejumlah media internasional tersebut tidak memiliki dasar fakta dan berpotensi menyesatkan publik di tengah sensitifnya situasi geopolitik kawasan Timur Tengah.

“Uni Emirat Arab secara tegas membantah laporan yang menuduh adanya transfer dana dari UEA ke Republik Islam Iran, termasuk klaim mengenai dana sebesar 3 miliar dolar AS,” demikian pernyataan resmi kementerian.

Pemerintah UEA menegaskan, bahwa tidak ada dana Iran yang dibekukan yang telah dicairkan, dipindahkan, ataupun diamankan melalui sistem keuangan negara tersebut.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap perkembangan hubungan Iran dan Amerika Serikat, khususnya terkait negosiasi program nuklir Teheran yang kembali menjadi sorotan global.

Kementerian Luar Negeri UEA juga mengingatkan media internasional agar lebih berhati-hati dalam menyajikan informasi, serta mengedepankan sumber resmi sebelum menyebarkan laporan yang belum terverifikasi.

Di sisi lain, ketegangan diplomatik kembali meningkat setelah kantor berita Iran Mehr melaporkan bahwa Teheran tidak akan memulai perundingan lanjutan terkait program nuklirnya sebelum Washington memenuhi sejumlah tuntutan penting.

Menurut laporan tersebut, Iran mensyaratkan pembebasan sebagian dana yang selama ini dibekukan, penangguhan sanksi minyak, serta pencabutan blokade maritim sebelum pembicaraan final dengan Amerika Serikat dapat dimulai.

Laporan itu menyebut sekitar 24 miliar dolar AS atau setara Rp427 triliun dana Iran masih menjadi bagian dari tuntutan yang harus dipenuhi dalam proses menuju kesepakatan yang lebih luas.

Jika tercapai, kesepakatan akhir nantinya akan berfokus pada masa depan program pengayaan uranium Iran, pengelolaan material nuklir yang telah diperkaya, serta mekanisme pencabutan sanksi internasional yang selama ini membebani ekonomi negara tersebut. (Sumber: Sputnik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *