Internasional

Latihan Militer AS-Korea Selatan Dipangkas, Trump Dorong Pertemuan dengan Kim Jong Un

×

Latihan Militer AS-Korea Selatan Dipangkas, Trump Dorong Pertemuan dengan Kim Jong Un

Sebarkan artikel ini
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. (Istimewa)

KITAINDONESIASATU.COM – Korea Selatan akan memangkas durasi latihan militer gabungan tahunannya bersama Amerika Serikat sekitar setengah dari jadwal awal.

Keputusan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump meminta Pentagon mengurangi skala latihan dan dilaporkan mendorong upaya pertemuan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam waktu dekat.

Trump: Latihan Ulchi Freedom Shield Dipersingkat

Latihan Ulchi Freedom Shield tahun ini akan berlangsung pada 17 hingga 21 Agustus, lebih singkat dibandingkan jadwal sebelumnya yang direncanakan berakhir pada 27 Agustus.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menyebut pengurangan tersebut merupakan usulan dari pihak Amerika Serikat.

Selain memperpendek durasi latihan komando, kedua negara juga sepakat mengurangi sejumlah latihan lapangan gabungan. Rincian perubahan masih dibahas oleh militer kedua negara.

Langkah tersebut terjadi setelah Trump meminta Menteri Perang Pete Hegseth untuk mengurangi skala latihan militer bersama secara signifikan. Kebijakan ini dinilai menjadi bagian dari pendekatan terbaru Washington terhadap Korea Utara.

Di tengah perubahan latihan, laporan mengenai rencana Trump bertemu Kim Jong Un kembali mencuat.

Trump disebut mempertimbangkan pertemuan langsung saat melakukan perjalanan ke Asia pada November mendatang, bertepatan dengan agenda KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik di China. Trump dan Kim sebelumnya pernah bertemu langsung pada 2018 di Singapura.

Pengurangan latihan militer berpotensi memengaruhi dinamika keamanan kawasan.

Korea Selatan dan negara sekutu lainnya diperkirakan dapat memperkuat kemampuan pertahanan sendiri, meningkatkan anggaran militer, serta memperluas kerja sama dengan negara seperti Jepang, Filipina, dan Australia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *