“Ini adalah kebohongan, taktik yang sama yang digunakan Israel untuk menyeret kita ke dalam perang Irak yang menghancurkan yang menelan nyawa ribuan pria dan wanita terbaik kita. Kami tidak bisa mengulangi kesalahan ini.”
Dengan tegas, Joe Kent tuding Israel bohong demi menyeret AS ke dalam konflik regional.
Protes dalam Negeri AS Mencuat
Pengunduran diri dan pernyataan kontroversial Kent ini menjadi puncak gunung es dari protes dalam negeri AS terhadap kebijakan luar negeri yang agresif.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak dapat mendukung pengiriman generasi berikutnya untuk berperang dan mati dalam perang yang tidak menguntungkan rakyat Amerika dan tidak membenarkan biaya nyawa warga negaranya.
Meskipun mengundurkan diri, Kent menyampaikan rasa hormatnya kepada Presiden Trump dan Dirjen Intelijen Nasional, Gabbard.
“Merupakan suatu kehormatan bertugas di bawah @POTUS dan @DNIGabbard dan memimpin para profesional di NCTC. Semoga Tuhan memberkati Amerika,” pungkasnya sebagaimana dikutip dari Aljazeera, Rabu 18 Maret 2026.

