KITAINDONESIASATU.COM – Serangan udara militer Israel di wilayah Lebanon selatan pada Minggu (6/9) malam berujung tragedi. Sedikitnya 11 orang dilaporkan tewas, termasuk dua bayi dan dua petugas medis yang tengah menjalankan tugas.
Mengutip laporan Kantor Berita Nasional Lebanon melalui WAFA, serangan yang terjadi hingga lewat tengah malam itu menghantam sebuah bangunan tempat tinggal tiga lantai milik Dani Farhat di dekat bundaran Komunis, Kota Kfar Rumman.
Bangunan tersebut hancur total setelah dihantam pesawat tempur Israel. Dari balik puing-puing bangunan, tim penyelamat menemukan sembilan jenazah, termasuk dua bayi. Lima orang lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi luka-luka.
Situasi di lokasi semakin mencekam ketika tim medis dari berbagai organisasi kesehatan berdatangan untuk melakukan evakuasi dan penanganan korban.
Serangan tidak berhenti pada kawasan permukiman. Sebuah kendaraan sipil di area yang sama juga dilaporkan menjadi sasaran serangan drone Israel.
Dua petugas medis yang berada di dalam kendaraan tewas. Keduanya diidentifikasi sebagai Ali Shahrour dan Hadi Farhat.
Dengan demikian, laporan sementara mencatat 11 korban tewas dan lima orang terluka dalam rangkaian serangan di Kfar Rumman.
Kfar Rumman bukan satu-satunya wilayah yang dilaporkan terkena serangan. Pesawat tempur Israel juga disebut melancarkan serangan udara tambahan ke Nabatieh al-Fawqa dan Arab Salim.
Salah satu dampaknya, sebuah rumah milik warga sipil bernama Musa Sharara dilaporkan hancur total.
Tim penyelamat masih bersiaga di sejumlah wilayah Lebanon selatan. Selain mencari dan mengevakuasi korban, mereka juga terus melakukan pendataan terhadap kerusakan infrastruktur sipil dan mengantisipasi kemungkinan serangan susulan. (Sumber: WAFA)





