KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, melontarkan pernyataan keras yang langsung menyita perhatian dunia. Ia menolak mentah-mentah wacana pengenaan tarif bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz, dan menegaskan bahwa jalur vital itu tidak boleh dikuasai atau dipalak oleh negara mana pun.
Dalam konferensi pers di Berlin, Wadephul menegaskan bahwa kebebasan navigasi adalah harga mati. Menurutnya, tidak bisa diterima jika jalur laut sepenting Selat Hormuz dikendalikan sepihak, apalagi sampai dikenakan biaya bagi kapal yang melintas.
Wadephul menekankan bahwa kebebasan transit di Selat Hormuz bukan cuma urusan negara Teluk atau Asia, melainkan menyangkut kepentingan seluruh komunitas internasional. Jalur ini adalah nadi perdagangan energi global—gangguan sedikit saja bisa berdampak besar ke seluruh dunia.
Di tengah situasi memanas, Kanselir Jerman, Friedrich Merz dijadwalkan terbang ke Prancis untuk menghadiri konferensi penting terkait keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Pertemuan ini diprediksi bakal jadi ajang penentuan arah sikap global.
Ketegangan makin tajam setelah Angkatan Laut Amerika Serikat mulai memberlakukan blokade terhadap lalu lintas maritim dari dan ke pelabuhan Iran di kawasan tersebut—jalur yang mengalirkan sekitar 20% pasokan energi dunia.
Washington menyatakan kapal non-Iran masih bisa melintas, asalkan tidak membayar biaya ke Teheran. Sementara itu, pihak Iran sendiri belum resmi memberlakukan tarif, namun wacana tersebut disebut-sebut sedang dibahas serius. (Sumber: Sputnik)

